Sains

Ini Kupu-kupu Terbesar dan Terlangka di Dunia, Harganya Capai Rp 142 Juta

Kupu-kupu terbesar di dunia semakin langka sebagai akibat masifnya perkebunan kelapa sawit di Papua Nugini.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Kupu-kupu terbesar di dunia saat masih muda dan dewasa. (Wikipedia/ Robert Nash)
Kupu-kupu terbesar di dunia saat masih muda dan dewasa. (Wikipedia/ Robert Nash)

Hitekno.com - Bagi penggemar kupu-kupu, hewan yang dijuluki Queen Alexandra’s Birdwing adalah salah satu spesies paling menawan. Itu adalah kupu-kupu terbesar dan terlangka di dunia.

Sangat menyedihkan, ilmuwan mulai menyoroti tentang keberadaannya yang mulai menyusut sebagai akibat hilangnya populasi.

Studi terbaru menemukan bahwa terjadi penurunan sekitar 33 persen kupu-kupu biasa yang terjadi di Ohio, Amerika Serikat dari tahun 1996 hingga 2016.

Ilmuwan menjelaskan bahwa terdapat pola yang konsisten di seluruh dunia.

Salah satu spesies yang terkena dampaknya adalah Ornithoptera alexandrae atau dikenal sebagai Queen Alexandra’s Birdwing.

Kupu-kupu terbesar di dunia. (YouTube/ An Encyclopedia)
Kupu-kupu terbesar di dunia. (YouTube/ An Encyclopedia)

 

Ini adalah kupu-kupu terbesar di dunia dengan lebar sayapnya mencapai 12 inci atau 30,4 sentimeter.

Sayapnya dihiasi dengan warna biru kehijauan atau kuning menawan.

Queen Alexandra’s Birdwing ditemukan pada tahun 1906 oleh ilmuwan sekaligus naturalis asal Inggris, Albert Meek.

Ia mengabadikan nama Ornithoptera alexandrae di dalam bukunya yang berjudul "A Naturalist in Cannibal Land" yang diterbitkan pada tahun 1913.

Judul bukunya dinamakan demikian karena Ornithoptera alexandrae memang hewan asli Papua Nugini yang sejak dulu terkenal dengan ritual suku kuno kanibalismenya.

Ornithoptera alexandrae tersimpan pada salah satu museum di Jepang. (Wikipedia/ Open Cage)
Ornithoptera alexandrae tersimpan pada salah satu museum di Jepang. (Wikipedia/ Open Cage)

 

Dalam rentang hampir 30 tahun terakhir, jumlah kupu-kupu terbesar di dunia telah menyusut signifikan.

Pada tahun 1992, ilmuwan memetakan kupu-kupu tersebut di daerah Popondetta, Oro, Papua Nugini dan hanya menemukan 150 ekor dalam periode 10 hari.

Pada tahun 2008, seorang ahli biologi, Tyler Hicks mengamati hanya ada 21 ekor dalam tiga bulan pencariannya.

Parahnya lagi ia menemukan kurang dari satu kupu-kupu per acre (1 acre: 4046,86 meter persegi).

Dikutip dari Mother Jones, IUCN Redlist sudah memasukkannya ke dalam daftar spesies Terancam Punah (Endangered Threatened).

Baru-baru ini, ilmuwan menemukan bahwa kupu-kupu tersebut semakin menderita karena semakin masifnya perluasan perkebunan kelapa sawit yang ada di Papua Nugini.

Secara langsung, itu dapat menghancurkan persediaan makanan dan habitat kupu-kupu Queen Alexandra’s Birdwing.

Karena keindahan dan kelangkaannya, harga kupu-kupu ini di pasar gelap mencapai 10 ribu dolar AS atau 142 juta per pasang.

Perburuan ilegal dan hilangnya habitat mereka secara masif menjadikan kupu-kupu terbesar di dunia semakin langka keberadaannya.

Berita Terkait