Sains

Ditemukan Cacat, Berlian Ini Simpan Rahasia Terbentuknya Benua

Penemuan berlian ini juga menjelaskan eksistensi mantel Bumi.

Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia

Ilustrasi berlian. (pixabay/Public Domain Pictures)
Ilustrasi berlian. (pixabay/Public Domain Pictures)

Hitekno.com - Berlian yang ditemukan cacat belum lama ini sukses mengungkap rahasia besar terbentuknya benua pertama di Bumi.

Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji inklusi materi mineral pada sebongkah berlian yang cacat dan diprediksi terbentuk di masa lampau.

Usai ditemukan dan dipelajari, peneliti berhasil menemukan adanya mineral sulfida dalam inklusi tersebut. Inklusi ini rupanya pernah ada di permukaan planet pada 2,5 miliar tahun yang lalu.

Kehadiran mineral ini dulunya membuat kenaikan oksigen yang cukup banyak pada atmosfer Bumi. Dilansir dari Tech Times, penemuan mineral ini menjadi jawaban dari terbentuknya benua pertama di Bumi.

Menurut Karen Smit, peneliti di lembaga nirlaba Gemological Institute of America, berlian yang ditemukan di Afrika Barat ini menjadi jawaban bagaimana benua kuno di wilayah tersebut terbentuk.

Benua pertama tersebut rupanya terbentuk dari adanya subduksi yang merupakan sebuah proses saat lempengan kerak Bumi mendorong lempengan lain dari dalam Bumi.

Penemuan berlian ini juga menjelaskan eksistensi mantel Bumi sebelum kemudian berlian terbentuk dan terperangkap dalam proses kristalisasi.

Ilustrasi berlian. (pixabay/Colin00b)
Ilustrasi berlian. (pixabay/Colin00b)

 

Selain melakukan penelitian mengenai mineral sulfida, peneliti juga melakukan penelitian terkait isotop belerang dalam inklusi tersebut. Isotop sendiri merupakan atom dengan jumlah neutron yang berbeda dalam nukleus.

Karena oksigen dilindungi oleh belerang, peneliti akhirnya mengetahui bagaimana belerang terbentuk dalam lingkungan yang kaya oksigen atau rendah oksigen. Isotop ini rupanya terbentuk jauh sebelum ada banyak oksigen di atmosfer, yaitu sekitar 2,5 miliar tahun yang lalu.

Menggabungkan penemuan ini dengan penemuan serupa dari tambang Ekati Kanada, hasilnya peneliti dapat menemukan kisah bagaimana benua pertama di Bumi akhirnya terbentuk.

Peneliti berpendapat bahwa pada awalnya, benua terbentuk dari mantel yang meleleh dan mengalir ke atas dalam bentuk basal. Mineral dalam kerak Bumi yang lalu membentuk mantel yang tidak bersentuhan dengan atmosfer.

Perlahan potongan kerak Bumi akan membuat material yang lebih padat menjadi tenggelam, dan material yang kurang padat akan naik dan membentuk kerak benua. Kerak yang paling stabil dan tahan lama akan terus melekat pada bagian mantel yang disebut kerangka.

Hingga hari ini, peneliti baru menemukan empat lokasi di dunia dengan berlian yang mengandung inklusi sulfida dan mineral.

Jika makin banyak berlian yang ditemukan seperti berlian cacat ini, maka sejarah terbentuknya Bumi akan semakin jelas.

Berita Terkait