Sains

Tentara AS Mengembangkan Paus Besi, Revolusi Perang Laut Dimulai

Paus besi canggih milik tentara AS ini wajib diwaspadai musuh!

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Ilustrasi Orca. (Boeing)
Ilustrasi Orca. (Boeing)

Hitekno.com - Tentara AS baru saja mengembangkan kendaraan militer baru yang dapat melakukan revolusi perang laut. Kendaraan yang sangat mirip dengan paus besi diharapkan dapat meningkatkan kekuatan Angkatan Laut Amerika Serikat.

Dinamakan dengan Extra-Large Unmanned Underwater Vehicles (XLUUVs), Angkatan Laut AS (U. S. Navy) bekerja sama dengan Boeing untuk mengerjakannya.

Sebutan singkat dari kendaraan militer terbaru AS ini adalah Orca, dan termasuk kapal selam tak berawak.

Orca akan berguna dalam melakukan misi pengintaian jarak jauh dan bisa juga untuk menenggelamkan kapal musuh dari jarak jauh.

''Kapal selam drone'' tanpa awak ini akan merevolusi perang di laut, menyediakan senjata sekali pakai yang murah dan dapat digunakan untuk perang tanpa menimbulkan korban dari pihak AS.

Angkatan Laut AS diketahui telah mengontrak Boeing dengan proyek sebesar 43 juta dolar AS atau Rp 604 miliar.

Dana sebesar itu untuk memproduksi 4 Orca dan elemen pendukung terkait.

Itu berarti satu kendaraan Orca bernilai lebih dari sepuluh juta dolar AS.

Orca saat berada di permukaan laut. (Wikipedia_Robert Pittman)
Kendaraan militer Orca terinspirasi hewan dengan nama yang sama. (Wikipedia/ Robert Pittman)

 

Paus besi milik Angkatan Laut AS ini didasarkan pada demonstrasi teknologi Echo Voyager.

Kapal selam otonom ini merupakan kapal selam diesel tak berawak dan memiliki jangkauan 9.600 kilometer.

Orca dapat menjelajah di dalam laut berbulan-bulan dan hanya memiliki berat 50 ton.

Dikutip dari Popular Mechanics, kapal selam otonom terbaru ini dilengkapi dengan sistem navigasi inersia, sensor kedalaman, dan dapat diubah posisinya melalui GPS.

Orca dapat menyelam hingga kedalaman 11 ribu kaki atau 3.400 kilometer dengan kecepatan tertinggi mencapai 8 knot.

Kapal selam futuristik ini juga dapat menghindari ranjau, perang anti kapal selam, perang anti kapal permukaan, dan misi penyerangan cepat.

Orca bisa membawa Mk.46, torpedo kelas ringan yang dapat merobek lambung kapal selam musuh.

Kendaraan militer canggih ini juga dapat membawa Mk. 48, torpedo kelas berat untuk menghancurkan kapal perang permukaan.

Angkatan Laut AS mengklaim bahwa Orca atau XLUUVs dapat menghemat misi pengitaian AS karena dapat dikendalikan tanpa awak.

Bahkan satu orang tentara bisa mengendalikan 4 kendaraan militer yang mirip dengan paus besi ini sekaligus dalam suatu misi.

Berita Terkait