Selama 2018, Bosch Catatkan Penjualan Hingga Seribu Triliun Rupiah

Khusus wilayah Asia Pasifik dan Afrika, penjualan Bosch naik 0,4 persen.

Dinar Surya Oktarini
Kamis, 07 Februari 2019 | 08:00 WIB
Bosch penyedia layanan dan teknologi global (Bosch)

Bosch penyedia layanan dan teknologi global (Bosch)

Hitekno.com - Grup Bosch yang merupakan perusahaan penyedia layanan dan teknologi global terkemuka, catatkan penjualan dari operasional sebesar 1.309,06 triliun rupiah (77,9 miliar euro) sepanjang 2018 – dan mengalami kenaikan pendapatan mencapai 4,3 persen.

Sementara, EBIT (laba sebelum bunga dan pajak) dari operasional mencapai sekitar 89,1 triliun rupiah (5,3 miliar euro); atau menghasilkan margin EBIT sebesar 6,9 persen.

''Terlepas dari kondisi ekonomi yang berat, Grup Bosch berkinerja baik sepanjang 2018. Penjualan dan performa bisnis kami sekali lagi mencapai level tertinggi. Sebagai pemimpin inovasi, kami berupaya membentuk perubahan di pasar, baik dari sisi teknologi maupun bisnis. Strategi kami yang berfokus pada konektivitas terbayarkan,'' kata Dr. Volkmar Denner, ketua dewan manajemen Robert Bosch GmbH.

Baca Juga: Samsung Galaxy M20 Hadir ke Indonesia, Smartphone Murah Bertenaga Lebih

Khususnya di wilayah Asia Pasifik dan Afrika, penjualan Bosch naik 0,4 persen menjadi 389,8 triliun rupiah (23,2 miliar euro).

Bosch penyedia layanan dan teknologi global (Bosch)
Bosch penyedia layanan dan teknologi global (Bosch)

Bosch, penyedia layanan dan teknologi global terkemuka menjadikan pengemudian otomatis sebagai salah satu titik fokus riset dan pengembangan perusahaan (R&D).

Sebagai langkah menuju mobilitas bebas kecelakaan, Bosch mengejar dua jalur pengembangan. Pertama, sistem bantuan pengemudi, yang memungkinkan pengemudian otomatis sampai batas tertentu pada kendaraan pribadi, dan kedua, pengemudian tanpa driver, yang membuka peluang bagi beragam model bisnis disruptif, seperti robotaxi dan mobilitas berbasis antar-jemput.

Baca Juga: Ngaku Manager Blackpink, Oknum Ini Minta Foto Seksi Korbannya

Hingga 2022 saja, ekspekstasi Bosch bisa menggelontorkan 67,2 triliun rupiah  untuk investasi awal di bidang otomatisasi pengemudian.

Bosch penyedia layanan dan teknologi global (Bosch)
Bosch penyedia layanan dan teknologi global (Bosch)

Pada 2018, Bosch mengakuisisi 30 proyek elektromobilitas senilai beberapa miliar euro. Perusahaan membidik peningkatan penjualan sepuluh kali lipat di bidang ini pada 2025, menjadi total 84 triliun rupiah (5 miliar euro) dan bertekad menjadi pemimpin pasar massal untuk elektromobilitas.

Bosch mengelektrifikasikan semua jenis powertrain, dari sepeda hingga truk. Baru-baru ini, perusahaan menjalin kemitraan strategis untuk pengemudian otomatis dan pengemudian listrik dengan produsen mobil listrik Tiongkok, NIO.

Baca Juga: NASA Hadirkan Tur Luar Angkasa Gratis, Begini Caranya

Di China pula, pada 2019 ini, Bosch akan memulai produksi as elektronik, solusi powertrain ringkas untuk mobil listrik.

Bosch percaya salah satu bidang inti keahlian di masa depan adalah aplikasi industri kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI). Pada pertengahan dekade mendatang, Bosch menargetkan semua produknya telah dilengkapi kecerdasan buatan, atau AI akan berperan dalam pengembangan dan pembuatannya.

''Memang benar bahwa perusahaan Amerika dan Tiongkok mendominasi industri AI untuk konsumen. Namun, tanpa keahlian domain dalam lalu lintas, manufaktur, atau bangunan, potensi mereka akan tertinggal di belakang AI industri,'' papar Denner.

Baca Juga: Driver Jadi Intel, Admin Grab Indonesia Edit Foto Jadi Gini

Untuk itu, Bosch berencana menambah jumlah ahli AI internal dari 1.000 ke 4.000 orang pada 2021. Saat ini, para karyawan di Bosch Center for Artificial Intelligence sedang mengerjakan hampir 150 proyek.

Berita Terkait
TERKINI

Melalui Yandex Cloud, Yandex Weather, dan Yandex School of Data Analytics (YSDA) berkolaborasi untuk mengintegrasikan ke...

sains | 12:33 WIB

Apa saja fitur canggih yang ada di CBR 150? Simak rinciannya di bawah ini....

sains | 12:12 WIB

Pertamina Foundation bersama Fakultas Kehutanan UGM telah melakukan kerja sama rehabilitasi hutan "Hutan Pertamina UGM"...

sains | 14:04 WIB

Dengan memanfaatkan algoritma AI, perusahaan ini berhasil membuka jalan bagi pengembangan obat terobosan potensial....

sains | 16:10 WIB

Objek ini punya suhu jauh lebih tinggi daripada matahari walaupun tak begitu terang. Objek apa gerangan?...

sains | 16:22 WIB

Pusat Studi Objek Dekat Bumi NASA (CNEOS) telah mencatat lebih dari 32.000 asteroid yang berada dekat dengan Bumi....

sains | 15:44 WIB

Kontribusi Goodenough merevolusi bidang teknologi membuat namanya layak dikenang sebagai sosok penting....

sains | 13:54 WIB

Jika tidak ada yang dilakukan, tingkat diabetes akan terus meningkat di setiap negara selama 30 tahun ke depan....

sains | 18:50 WIB

Vladimir Putin, pertama kali mengumumkan pengembangan drone Poseidon dalam pidato kepada parlemen Rusia 2018 lalu....

sains | 18:26 WIB

Berikut adalah sederet mitos tentang daging kambing yang banyak dipercaya masyarakat. Benarkah?...

sains | 10:19 WIB

Apakah kalian tahu apa perbedaan antara pandemi dan endemi? Simak penjelasannya di sini....

sains | 20:20 WIB

Prosedur bariatrik ramai disorot setelah beberapa seleb Indonesia diketahui menjalani tindakan medis ini....

sains | 17:01 WIB

Begini akal-akalan Toyota untuk memikat orang agar tertarik dengan mobil listrik. Seperti apa?...

sains | 10:25 WIB

SATRIA adalah satelit yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan digital di Indonesia....

sains | 15:42 WIB

Satelit Satria-1 milik Indonesia akhirnya berhasil diluncurkan, diklaim sebagai terbesar di Asia....

sains | 15:59 WIB

Simak penjelasan apa itu El Nino lengkap dan dampak hingga potensi bahayanya bagi Indonesia....

sains | 15:48 WIB

Sering berlama-lama di depan monitor atau ponsel? Leher terasa kaku bahkan cenderung nyeri?...

sains | 16:38 WIB

Apa saja tanda-tanda rabies pada anjing? Awas jangan sampai terkena gigitanya, ya! Bisa fatal!...

sains | 13:09 WIB
Tampilkan lebih banyak