Sains

Penelitian Mengungkap Kota Sodom Terkena Meteor

Kota ''penuh dosa'' ini pernah mengalami ledakan 1.000 lebih besar dari bom atom Hiroshima.

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta

Ilustrasi kota Sodom ketika dihujani api. (Wikipedia/ John Martin)
Ilustrasi kota Sodom ketika dihujani api. (Wikipedia/ John Martin)

Hitekno.com - Sebuah penelitian terbaru mengungkap fakta bahwa ternyata kota Sodom pernah terkena ledakan besar. Ledakan yang diakibatkan oleh meteor itu menyebabkan peradaban yang ada di sana menjadi hilang seketika.

Kota Sodom terkenal sebagai ''kota penuh dosa'' dalam agama samawi. Kota itu tertulis di dalam Taurat, Alkitab, dan Alquran sebagai kota yang penuh dosa.

Kota ''penuh dosa'' ini diceritakan telah dihancurkan oleh Allah dengan batu dan tanah yang terbakar dari langit.

Penemuan ini mungkin bisa menjadi tanda tanya besar atau kebetulan besar bagi kaum ateis dan agnostik.

Arkeolog dan peneliti yang bernama Phillip J. Silvia dari Trinity Southwest University di Albuquerque, Amerika Serikat mengungkapkan peristiwa besar di Kota Sodom.

Philip dan peneliti lainnya telah mendalami dan mempelajari situs ini selama lebih dari 13 tahun.

Situs arkeologi yang berada di Tall el-Hammam, Yordania, banyak yang percaya bahwa tempat itu dulunya dikenal sebagai kota Sodom.

Para peneliti mempresentasikan laporan mereka dalam pertemuan tahunan American Schools of Oriental Research pada pertengahan November 2018.

Ilustrasi kota Sodom ketika dihujani api. (Wikipedia/ John Martin)
Situs penelitian bekas kota Sodom. (Clear Lens)

 

Sampel dari situs di Yordania ini menunjukkan bahwa peristiwa ledakan yang sangat besar dan panas meratakan area hampir 200 mil atau 321 kilometer persegi.

Daerah yang rata termasuk Middle Ghor, sebuah dataran di sebelah utara Laut Mati.

Peneliti juga mengungkapkan bahwa bukti arkeologis yang ada menunjukkan daerah kota Sodom butuh waktu lama untuk pulih.

Sebuah ledakan meteor tercatat telah menghapus peradaban Zaman Perunggu di sepanjang sisi utara Laut Mati 3.700 tahun lalu.

Kawasan itu butuh waktu setidaknya enam abad untuk pulih kembali. Kontaminasi kimia dan kerusakan tanah yang ditimbulkan membuat kawasan butuh waktu ratusan tahun untuk pulih.

Bukti yang ada hampir sama dengan peristiwa ledakan meteor di Tunguska, Siberia pada tahun 1908.

Ledakan besar pada persitiwa Tunguska. (Space)
Ledakan besar pada persitiwa Tunguska. (Space)

 

''Ledakan ini tak hanya memusnahkan 100 persen kota-kota di Zaman Perunggu Tengah, namun juga menghancurkan tanah pertanian yang dulu subur, '' kata Silvia dikutip dari Forbes Science.

Sebagaima yang telah diketahui, ledakan meteor di Siberia di tahun 1908 mempunyai kekuatan 1000 kali lipat lebih besar dari bom Atom Hiroshima.

Penelitian mengenai kota Sodom akan memicu kembali pertanyaan terbesar bagi ilmuwan-ilmuwan ateis, ''siapa yang memerintahkan meteor menghujani peradaban Sodom?''

Berita Terkait