Sumber: Wall Street Journal
Hitekno.com - Seorang peneliti sekaligus ilmuwan dari Cina memantik kontroversi ketika membuat percobaan dengan melakukan transplantasi kepala pada tikus.
Tak hanya satu tikus saja yang dibuat percobaan, ilmuwan itu membuat 1.000 kali percobaan yang berarti dia telah melakukan percobaan pada 1.000 ekor tikus.
Dr Xiaoping Ren berharap penelitiannya suatu hari nanti dapat digunakan pada pasien manusia, tetapi para kritikus telah menolak penelitian ini sebagai "konyol."
Wall Street Journal (WSJ) pernah menjadi saksi dalam penelitian tersebut dan mengikuti Ren selama 10 jam saat dia melakukan operasi pada tikus-tikusnya.
Sumber: Youtube.com/ Wall Street Journal
Sebuah laporan mengatakan bahwa tikus itu dapat menerima kepala barunya. Ia dapat bergerak dan membuka matanya, tetapi meninggal tak lama setelah itu. Ren telah melakukan oprasinya sejak tahun 2013 lalu.
Mereka melakukan pengujian dengan ratusan tikus untuk membuat tikus bertahan lebih lama setelah dilakukan operasi.
Terlepas dari namanya, transplantasi kepala mungkin harus digambarkan sebagai "transplantasi tubuh" karena kepala tersebut menerima tubuh dari pendonor baru.
Beberapa peneliti, termasuk Ren, menyarankan operasi transplantasi ini dapat merevolusi obat modern karena tubuh yang rusak oleh penyakit atau cedera dapat diganti dengan tubuh yang baru untuk hidup lagi secara sehat.
Baca Juga: 4 Aplikasi Ini Bantu Kamu Kurangi Radiasi Cahaya Laptop Lho
Banyak ilmuwan yang skeptis bahwa penelitian yang melibatkan manusia di masa depan mengenai tranplantasi kepala akan sukses atau legal.