Gadget

Fitur Baru, WhatsApp Dapat Lacak Sumber Pesan Hoaks

Tenang, kalian nggak akan lagi dapat sebaran hoaks dari WhatsApp.

Dinar Surya Oktarini

Ilustrasi sebaran hoaks melalui WhatsApp. (EuroNews)
Ilustrasi sebaran hoaks melalui WhatsApp. (EuroNews)

Hitekno.com - Kasus hoaks yang menyebar melalui WhatsApp akhir-akhir ini rupanya menjadi hal yang serius, untuk itu WhatsApp akhirnya mengeluarkan fitur terbaru yang dapat melacak sumber awal sebaran berita hoaks tersebut.

Rencana ini disampikan langsung oleh CEO WhatsApp Chris Daniels kepada Menteri Teknologi Informasi India, Ravi Shankar Prasad dalam pertemuannya di New Delhi, India.

Fitur ini rencanannya akan baru diluncurkan di India, pasalnya kasus berita hoaks di India sudah termasuk yang paling mengkhawatirkan.

Akibat hoaks yang disebarkan dan menyebar melalui WhatsApp tersebut, telah menelan korban jiwa lho.

Karena hal itu, pihak WhatsApp pun merasa adanya tekanan untuk menyelesaikan masalah itu secepat mungkin.

Pihak Menteri Teknologi Informasi India menyebutkan bahwa WhatsApp telah setuju untuk memberi petugas khusus untuk menangani masalah hoaks ini di India.

Di India sendiri merupakan pasar terbesar WhatsApp, terdapat 200 juta pengguna aplikasi chatting di negara tersebut.

Tidak hanya itu, India juga menjadi negara dimana banyak orang lebih sering meneruskan pesan, video dan foto bahkan dari negara lain manapun di dunia.

Riwayat penyimpanan WhatsApp. (gizbot.com)
Ilustrasi sebaran hoaks melalui WhatsApp. (gizbot.com)

Sebelumnya, WhatsApp telah membatasi jumlah sebuah pesan yang bisa diteruskan hanya sebanyak lima kali pada bulan Juli lalu.

Baik pesan tersebut yang diteruskan ke grup atau perorangan lho.

Seperti yang dilansir dari laman Reuters ''Tidak perlu ilmu yang rumit untuk menentukan awal mula pesan yang disebarkan di WhatsApp'' terang bos WhatsApp.

Nantinya, WhatsApp akan mempersulit pesan untuk diteruskan dengan menghilangkan tombol 'teruskan' di aplikasi WhatsApp yang biasanya muncul disamping pesan multimedia.

Tidak hanya itu, WhatsApp juga akan berkampanye mengenai sebaran berita hoaks tersebut.

Berita Terkait