Kasihan, Penyu Ini Terancam Punah Gara-Gara Dimitoskan Jadi Bahan Obat Kuat, duh!

Padahal mitos tersebut tidak terbukti, namun spesiesnya terlanjur mau habis.

Cesar Uji Tawakal

Posted: Sabtu, 19 November 2022 | 18:32 WIB
Ilustrasi penyu. (Wikipedia/Brocken Inaglory)

Ilustrasi penyu. (Wikipedia/Brocken Inaglory)

Hitekno.com - Dari serbuk cula badak hingga teripang, reproduksi spesies hewan dan kehidupan tumbuhan, seringkali kalah cepat dari kematian sehingga terancam punah.

Kepunahan tersebut kian rentan terjadi khususnya jika makhsluk tersebut dikaitkan dengan obat-obatan dan afrodisiak (obat kuat), dengan takhayul.

Kekuatan takhayul manusia ditambah dengan keinginan untuk membumbui kehidupan seks seseorang telah menempatkan penyu yang mendiami semenanjung Panama di ambang kepunahan.

Dilansir dari Sputnik News, Olive Ridley Turtle, spesies penyu yang satu ini disebut-sebut jumlahnya telah menurun secara mengkhawatirkan.

Telur dari spesies ini ditandai sebagai "rentan" dalam Daftar Merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam, karena dipanen secara ilegal.

Yakin bahwa telur memiliki kualitas afrodisiak yang kuat, pemburu mengambilnya langsung dari pantai untuk dijual di kota. Satu telur bisa dijual mulai dari 75 sen hingga satu dolar.

"Terutama pria berpikir bahwa dengan makan telur penyu mereka akan memiliki lebih banyak kesenangan seksual. Telur tidak akan membantu Anda. Mereka bukan afrodisiak," kata seorang konservasionis lokal yang terkait dengan LSM Fundacion Tortuguias seperti dikutip media.

Bayi penyu. (Pixabay/271277)
Bayi penyu. (Pixabay/271277)

LSM tersebut telah membuat misi untuk mengumpulkan telur yang baru diletakkan, kemudian menetaskannya di pasir di pembibitan yang dirancang khusus antara bulan Juli dan Februari.

Para konservasionis mengungkap berbagai ancaman yang dihadapi oleh kura-kura selain pemburu liar, seperti penangkapan ikan, perubahan iklim, dan aktivitas manusia.

Upaya untuk melakukan sesuatu tentang ancaman kepunahan penyu laut yang membayangi ditampilkan dalam agenda Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah (CITES) .

Baca Juga: Terganggu Bau Badan Mahasiswa, Dosen Bikin Surat Himbauan untuk Rajin Mandi

KTT satwa liar diselenggarakan oleh Panama City, tidak jauh dari Punta Chame, dengan peserta berharap dapat menemukan cara untuk memerangi pencurian dan perdagangan telur.

Berita Terkait Berita Terkini

Salah satu pohon tertinggi di dunia yang berusia 450 tahun terbakar....

sains | 20:11 WIB

Fenomena langka Bulan hitam akan terjadi pada 23 Agustus 2025....

sains | 19:06 WIB

Ahli kimia memaparkan bahayanya menggunakan gas air mata yang sudah kedaluwarsa....

sains | 11:17 WIB

Sejumlah fakta tentang paus orca atau paus pembunuh....

sains | 17:31 WIB

Jika kalian melihat 9 makhluk di atas untuk segera menjauh dan segera keluar dari air untuk menyelamatkan diri dari sera...

sains | 15:06 WIB