Sains

Teliti Kerangka 31.000 Tahun di Kalimantan, Arkeolog Temukan Fakta Mengejutkan Ini

Karena usianya yang sudah mencapai 31.000 tahun, banyak arkeolog yang menyebut bahwa kerangka ini adalah bukti amputasi tertua di dunia.

Amelia Prisilia

Ilustrasi kerangka. (pixabay/makamuki0)
Ilustrasi kerangka. (pixabay/makamuki0)

Hitekno.com - Baru-baru ini, arkeolog melakukan penelitian mendalam mengenai penemuan kerangkat berusia 31.000 tahun di Kalimantan. Penelitian tersebut akhirnya mengungkap fakta baru yang membantah penemuan sebelumnya.

Di tahun 2020 lalu, arkeolog menemukan sebuah kerangka di Gua Liang Tebo, Semenanjung Sakulirang Mangkalihat, Kalimantan Timur. Kerangka ini diprediksi telah berusia 31.000 tahun.

Dilansir dari Live Science, saat pertama kali ditemukan, bagian bawah kaki kiri kerangka tersebut hilang secara disengaja. Bagian yang tersisa rupanya hanyalah potongan bersih yang tumbuh kembali.

Melihat kondisinya ini, banyak arkeolog yang menduga jika kerangka tersebut mengalami trauma tusukan sebelum meninggal. Diduga kuat, kerangka pria dewasa ini pernah mengalami amputasi pada masanya.

Karena usianya yang sudah mencapai 31.000 tahun, banyak arkeolog yang menyebut bahwa kerangka ini adalah bukti amputasi tertua di dunia.

Penemuan kerangka 31.000 tahun di Kalimantan. (Tim Maloney via Live Science)
Penemuan kerangka 31.000 tahun di Kalimantan. (Tim Maloney via Live Science)

Penemuan ini sekaligus membantah temuan sebelumnya yaitu kerangka manusia berusia 7.000 tahun di Prancis yang diklaim sebagai bukti amputasi tertua. Kerangka tersebut ditemukan dengan lengan kiri yang terpotong dan dalam proses pemulihan.

Bukti amputas tertua di dunia ini membuktikan bahwa orang-orang di Zaman Batu memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai anatomi tubuh serta perawatan luka yang membutuhkan tindakan amputasi.

Hingga saat ini, penelitian mengenai kerangka berusia 31.000 tahun di Kalimantan yang menjadi bukti amputasi tertua di dunia ini masih terus dilakukan guna mengungkap banyak fakta baru yang berguna untuk sejarah manusia.

Berita Terkait