Sains

Arkeolog Klaim Temukan Mayat Vampir Abad Pertengahan

ArkeologPolandia menemukan tengkorak perempuan tersebutdengan sabit di tenggorokannya, menjepitnya ke tanah.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi tengkorak. (Pixabay/ Peter Dargatz)
Ilustrasi tengkorak. (Pixabay/ Peter Dargatz)

Hitekno.com - Arkeolog Polandia mengklaim telah menemukan mayat "vampir" dari abad pertengahan. Ditemukan dengan sabit di leher dan gembok di jari kakinya.

Dikuti dari Suara.com, tengkorang yang disebut sebagai mayat vampir ini diketahui seorang perempuan yang dimakamkan pada abad pertengahan.

Arkeolog Polandia menemukan tengkorak perempuan tersebut dengan sabit di tenggorokannya, menjepitnya ke tanah.

"Sabit tidak diletakkan rata tetapi diletakkan di leher sedemikian rupa sehingga jika tubuh itu mencoba untuk bangun, kemungkinan besar kepalanya akan terpenggal atau terluka," jelas Profesor Dariusz Poliski dari Universitas Nicholas Copernicus.

Mayat vampir itu ditemukan dalam pekerjaan arkeologi di pemakaman abad ke-17 di desa Pien di tenggara Polandia.

Menurut tim universitas, dia memiliki topi sutra di kepalanya – menunjukkan status sosial yang tinggi – dan gigi yang menonjol. Anehnya, salah satu jari kakinya juga diamankan dengan gembok.

Profesor Poliski menjelaskan kepada Daily Mail dikutip Metro.uk, Selasa (6/9/2022), bahwa gembok jempol kaki di kaki kiri kerangka itu kemungkinan melambangkan 'penutupan panggung dan ketidakmungkinan untuk kembali.'

Kerangka perempuan "vampir" abad pertengahan di Polandia. [Plos.org]
Kerangka perempuan "vampir" abad pertengahan di Polandia. [Plos.org]

"Cara untuk melindungi terhadap kembalinya orang mati termasuk memotong kepala atau kaki, menempatkan almarhum menghadap ke bawah untuk menggigit ke tanah, membakar mereka, dan menghancurkan mereka dengan batu," jelasnya.

Sebagai catatan, sebutan vampir dan zombie adalah bagian dari budaya populer abad pertengahan seperti sekarang ini.

Sejauh abad ke-11, banyak yang percaya mayat akan kembali bangkit dan muncul sebagai monster penghisap darah (vampir).

Hal ini sebagian disebabkan oleh jumlah penyakit menular, seperti kolera, sekitar pada saat itu.

"Orang-orang dari periode pasca-pertengahan tidak memahami bagaimana penyakit menyebar dan daripada penjelasan ilmiah untuk epidemi ini, kolera dan kematian yang diakibatkannya dijelaskan oleh supranatural - dalam hal ini, vampir," kata Dr Lesley Gregoricka, dari Universitas South Alabama.

Pada 2014, para arkeolog di desa Drewsko 130 mil menemukan enam kerangka yang terkubur dengan cara yang sama di pemakaman berusia 400 tahun.

Sabit ditemukan menempel di tenggorokan seorang lelaki dewasa, yang berusia antara 35 hingga 44 tahun, dan seorang perempuan dewasa berusia sekitar 35 hingga 39 tahun.

Itulah penemuan arkeolog Polandia berupa tengkorak wanita yang disebut-sebut sebagai vampir dari abad pertengahan. (Suara.com/ Dythia Novianty).

Berita Terkait