Sains

Dukungan Huawei pada Pengembangan Genomika di Indonesia Melalui Teknologi AI

Ilmu genomika yang diperkaya dengan pemanfaatan teknologi AI mampu menawarkan solusi bagi deteksi, pencegahan, maupun pengobatan.

Agung Pratnyawan

Logo Huawei. (Huawei)
Logo Huawei. (Huawei)

Hitekno.com - Huawei menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan layanan kesehatan di Indonesia, khususnya ilmu genomika. Yakni melalui pemanfaatan kecerdasan artifisial atau teknologi AI.

Penegasan tersebut disampaikan Huawei pada gelaran webinar Artificial Intelligence for Genomic Development Indonesia yang diselenggarakan oleh Kolaborasi Industri dan Inovasi Kecerdasan Artifisial (KORIKA) dan di hadapan audiens dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, segenap pemangku kepentingan, serta penyedia teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global terkemuka

Merujuk pada berbagai sumber informasi, jutaan penduduk Indonesia, termasuk balita, menghadapi berbagai penyakit dan kondisi medis pada setiap tahunnya.

Situasi ini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan segenap pemangku kepentingan, antara lain penyedia pelayanan kesehatan dan solusi teknologi.

Ilmu genomika yang diperkaya dengan pemanfaatan teknologi AI mampu menawarkan solusi bagi deteksi, pencegahan, maupun pengobatan.

Sebagai contoh, teknologi AI dapat digunakan untuk mengoptimalisasi proses pengurutan gen dan pengujian materi genetika, seperti tes polymerase chain reaction (PCR) yang dikenal sebagai salah satu bentuk penanganan COVID-19.

Dalam sambutannya, Dr. Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia mengatakan bahwa COVID-19 telah meningkatkan kesadaran terhadap uji genetika sebagai metode yang tepat untuk mengendalikan penyebaran wabah berkat kecepatan dan akurasi yang menjadi keunggulannya.

Webinar Artificial Intelligence for Genomic Development in Indonesia. (Huawei)
Webinar Artificial Intelligence for Genomic Development in Indonesia. (Huawei)

"Perkembangan dalam ilmu genomika dan uji genetika juga terjadi dengan sangat cepat, dan setiap harinya lahir inovasi serta terobosan baru. Maka, Indonesia membutuhkan kolaborasi dengan asosiasi dan penyedia solusi AI seperti KORIKA dan Huawei yang mampu mengadakan alih pengetahuan dan teknologi guna meningkatkan kapasitas anak bangsa di bidang ilmu genomika maupun kedokteran, yang tentunya akan bermanfaat untuk menangani COVID-19 dan selebihnya," tuturnya.

Menimbang hal tersebut, Huawei, OREI-BRIN, Del Institute of Technology, KORIKA sepakat untuk membuat deklarasi bersama bertajuk "Memorandum of Understanding for INITIATION OF COLLABORATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE RESEARCH AND INOVATION FOR GENOMIC IN INDONESIA", untuk menandakan kerja sama yang dibangun kembali dengan lebih mendalam antara keempat pihak tersebut guna meningkatkan penguasaan genomik Indonesia dalam menggunakan kekuatan AI. Semua pihak sepakat untuk menjajaki berbagai peluang kerjasama terkait penelitian genom berbasis AI di Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan penelitian genom dan memperbanyak digitalisasi obat.

Prof. Dr. Hammam Riza, Ketua KORIKA, menekankan bahwa pemanfaatan AI untuk mengembangkan ilmu genomika sejalan dengan Strategi Nasional (Stranas) AI yang diluncurkan pada 2020.

"AI memberikan peluang lompatan teknologi dan menjadikan Indonesia semakin mampu untuk bersaing di kancah global. Kami bangga terhadap kolaborasi yang semakin menguat antara pemerintah, industri, akademisi, serta komunitas, dan kami ingin mengapresiasi Huawei terhadap kontribusinya di garis terdepan pengembangan AI dan genomika di Indonesia." ungkapnya.

Jason Zhang, CEO Huawei Cloud Indonesia menyampaikan, "Huawei Cloud berkomitmen untuk turut berkontribusi dalam bentuk kapabilitas TIK yang penting bagi publik. Huawei Cloud menyediakan kapabilitas AI yang mampu menunjang analisis genom, penemuan obat-obatan baru, pencitraan medis, dan penyediaan pelayanan yang tepersonalisasi. Huawei berharap dapat bekerja sama dengan mitra kami BRIN, IT Del, dan KORIKA untuk menyerukan dan menghadirkan implementasi teknologi digital dan AI secara masif di bidang riset genetika, sehingga Indonesia mampu menanggulangi dampak COVID-19 dengan cepat."

Dr. Budi Prawara, Kepala Badan Riset Elektronika dan Informatika BRIN mengatakan, "Organisasi Riset Elektronika dan Informatika BRIN sangat mengapresiasi inisiasi kerjasama AI untuk pengembangan genomik. Organisasi kami berfokus pada penelitian pengembangan alat untuk memproses data bioinformatika, platform repositori dan analitik, serta aplikasi AI tertentu. Saya berharap kerjasama antara keempat pihak ini semakin kuat dan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia."

Dr. Arnaldo M. Sinaga, Rektor IT Del mengatakan, "Kami sangat mengapresiasi penandatanganan MoU antara keempat anggota sinergi quad-helix ini yang ditujukan untuk memperkuat riset bersama di bidang AI untuk pengembangan genomika. Fokus kami adalah di pengadaan alat, pengembangan talenta, dan pelatihan laboratorium basah dalam rangka menumbuhkan potensi SDM lokal."

Webinar Artificial Intelligence for Genomic Development in Indonesia. (Huawei)
Webinar Artificial Intelligence for Genomic Development in Indonesia. (Huawei)

Webinar ini sekaligus juga mengangkat kembali akan pentingya kolaborasi internasional di bidang riset dan pengembangan. Huawei mengundang mitranya Dr. Bao Yiming dari Beijing Institute of Genomics, Chinese Academy of Sciences untuk berbagi informasi tentang perkembangan terkini dalam praktik pengurutan gen di Tiongkok, serta mendorong pertukaran pengetahuan dan teknologi antara Indonesia dan Tiongkok.

Komitmen perusahaan terhadap Indonesia merupakan bagian dari payung komitmen Huawei I DO yang terdiri dari I DO Create, I DO Contribute, I DO Collaborate, dan I DO Care. 

Melalui keempat pilar ini, Huawei bertekad untuk mengembangkan dan mengontribusikan teknologi termutakhir dengan kualitas terbaik, serta berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, akademisi, dan komunitas ilmu pengetahuan, dalam rangka memajukan Indonesia.

Berita Terkait