Sains

3 Kemungkinan Sumber Pencemaran Parasetamol di Teluk Jakarta

konsentrasi parasetamol di perairan Angke dan Ancol lebih tinggi dari di perairan beberapa negara lain di dunia.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi laut. (Pixabay/ PublicCo)
Ilustrasi laut. (Pixabay/ PublicCo)

Hitekno.com - Dilaporkan selebumnya, peneliti menemukan kandungan parasetamol dalam konsentrasi tinggi di sejumlah peraian Jakarta. Namun dari mana sumber pencemaran ini?

Menurut peneliti di Pusat Riset Oseanografi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Zainal Arifin mengatakan cemaran parasetamol dalam konsentrasi tinggi di Ancol dan Angke kemungkinan berasal dari tiga sumber.

Diwartakan sebelumnya bahwa dua peneliti BRIN - salah satu di antaranya adalah Zainal - menemukan kandungan parasetamol tinggi di Teluk Jakarta, khususnya di Angke dan Ancol. Studi mereka - yang digelar adalam kolaborasi dengan dua peneliti asal Inggris - diterbitkan di sebuah jurnal internasional pada Agustus lalu.

Zainal mengatakan, kemungkinan pertama sumber parasetamol di Teluk Jakarta berasal ekskresi akibat konsumsi masyarakat yang berlebihan. Apalagi parasetamol adalah jenis obat yang di Indonesia bisa dibeli bebas, tanpa resep dokter.

"Dengan jumlah penduduk yang tinggi di kawasan Jabodetabek dan jenis obat yang dijual bebas tanpa resep dokter, memiliki potensi sebagai sumber kontaminan di perairan," jelas Zainal seperti dilansir dari situs resmi BRIN, Sabtu (2/10/2021).

Kemungkinan kedua, lanjut dia, adalah rumah sakit. Lalu kemungkinan terakhir adalah limbah dari industri farmasi.

"Sumber potensi dari rumah sakit dan industri farmasi dapat diakibatkan sistem pengelolaan air limbah yang tidak berfungsi optimal, sehingga sisa pemakaian obat atau limbah pembuatan obat masuk ke sungai dan akhirnya ke perairan pantai," beber Zainal.

Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. (Suara.com/Arga)
Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. (Suara.com/Arga)

Sebelumnya diwartakan bahwa konsentrasi parasetamol di perairan Angke dan Ancol lebih tinggi dari di perairan beberapa negara lain di dunia.

Wulan Koaguow, yang bersama Zainal mewakili BRIN dalam studi itu, mengatakan bahwa konsentrasi tinggi parasetamol terdeteksi di Angke sebesar 610 nanogram per liter (ng/L), dan Ancol 420 ng/L.

Jika dibandingkan dengan pantai-pantai lain di belahan dunia, konsentrasi parasetamol di Teluk Jakarta relatif tinggi (420-610 ng/L) dibanding di pantai Brasil yang sebesar 34,6 ng/L, pantai utara Portugis yang sebesar 51,2–584 ng/L.

Hasil studi itu dimuat dalam jurnal Marine Pollution Bulletin berjudul High concentrations of paracetamol in effluent dominated waters of Jakarta Bay, Indonesia, yang dilakukan oleh Wulan Koagouw dan Zainal Arifin dari BRIN, dan George WJ Olivier dan Corina Ciocan dari Universitas Brighton di Inggris.

Studi mereka digelar pada 2017. Lokasi penelitian adalah di Angke, Ancol, Tanjung Priok, dan Cilincing, serta satu lokasi di pantai utara Jawa Tengah, yaitu Pantai Eretan. Dari lima lokasi itu, hanya di Pantai Eretan tak terdeteksi kandungan parasetamol.

Itulah tiga kemungkinan sumber pencemaran parasetamol dalam konsentrasi tinggi di sejumlah peraian Jakarta. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Berita Terkait