Sains

Teliti Masa Pandemi Terburuk Sepanjang Sejarah, Arkeolog Temukan Ini

Saat melakukan penelitian di negara tempat Black Death terjadi, arkeolog menemukan sejumlah fakta dan hal unik yang selama ini menjadi rahasia.

Amelia Prisilia

Ilustrasi arkeolog. (Shutterstock)
Ilustrasi arkeolog. (Shutterstock)

Hitekno.com - Arkeolog belum lama ini kembali melakukan penelitian pada daerah yang pernah dilanda pandemi terburuk sepanjang sejarah, Black Death. Dalam penelitiannya ini, detektor logam milik arkeolog lalu berhasil menemukan dua koin emas langka.

Pandemi Black Death melanda hampir sebagian besar daerah Eropa pada tahun 1346 lalu. Penyebab pandemi ini adalah bakteri Yersinia Pestis yang berasal dari kutu yang terinfeksi oleh tikus.

Dilansir dari Live Science, saat melakukan penelitian di negara tempat Black Death terjadi, arkeolog menemukan sejumlah fakta dan hal unik yang selama ini menjadi rahasia.

Dengan menggunakan detektor logam, para ilmuwan berhasil menemukan koin dari abad pertengahan dengan gambar Edward III. Koin lainnya yang ditemukan memiliki motif macan tutul yang diedarkan pada tahun 1344 lalu.

Setelah ditelusuri, koin dari masa Black Death ini rupanya sengaja diciptakan untuk memperbaiki krisis yang terjadi di masa tersebut. Seiring berjalannya waktu, koin-koin ini lalu berakhir di tanah dan terkubur hingga saat ini.

Koin dari masa pandemi Black Death. (The British Museum; (CC BY 2.0))
Koin dari masa pandemi Black Death. (The British Museum; (CC BY 2.0))

Saat pertama kali ditemukan, koin-koin ini terlipat menjadi dua namun dalam kondisi baik dengan goresan kecil yang dicurigai terjadi karena aktivitas pertanian.

Penemuan koin dengan motif macan tutul dirasa sangat menarik untuk penelitian sekarang ini. Pasalnya, koin tersebut tidak lama beredar pada masanya sehingga koin ini dapat dikatakan sangat langka.

Diduga kuat, koin dengan motif macan tutul ini berada dan digunakan saat masa pandemi Black Death merajalela. Secara tidak langsung, koin ini menjadi saksi bisu dari pandemi yang menawarkan sepertiga populasi di Eropa ini.

Berita Terkait