Sains

Tragedi Chernobyl, Aktivitas Nuklir yang Jadi Mimpi Buruk Seluruh Dunia

Tragedi Chernobyl dikenal sebagai momen paling buruk dalam sejarah industri.

Amelia Prisilia

Ilustrasi Chernobyl. (pixabay/FreeCreativeStuff)
Ilustrasi Chernobyl. (pixabay/FreeCreativeStuff)

Hitekno.com - Dalam laporan terbaru, ilmuwan melaporkan terjadinya reaksi fisi nuklir yang mulai berkobar lagi di reruntuhan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl di Pripyat. Jadi mimpi buruk dunia, tragedi Chernobyl menjadi kecelakaan terburuk dalam sejarah.

Laporan mengenai aktivitas nuklir yang kembali muncul di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl ini diungkap oleh ilmuwan Ukraina dari Institute for Safety Problems of Nuclear Power Plants (ISPNPP).

Dilansir dari IFLScience, dalam laporannya, ISPNPP mendeteksi sejumlah neutron yang sangat tinggi. Aktivitas tersebut berasal di beberapa ruangan di bekas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl ini.

Mengingat sejarahnya, tragedi Chernobyl dikenal sebagai momen paling buruk dalam sejarah industri. Tragedi ini terjadi pada 26 April 1968 lalu di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl, Pripyat, Ukraina.

Penyebab ledakan Tragedi Chernobyl ini bermula dari pengujian sistem di reaktor nomor empat yang membuat lonjakan energi secara tiba-tiba. Lonjakan ini lalu menyebabkan tangki reaktor pecah dan diikuti ledakan uap.

Ilustrasi Chernobyl. (pixabay/Armort1939)
Ilustrasi Chernobyl. (pixabay/Armort1939)

 

Kecelakaan ini lalu membuat terlepasnya moderator neutron grafit di reaktor menuju ke udara. Udara yang bercampur dengan gas karbon monoksida dalam reaktor membuat sistem mengalami kebakaran selama sembilan hari.

Alhasil, bahan radioaktif dari reaktor mulai keluar dan memasuki atmosfer Bumi. Tidak hanya menjadi mimpi buruk untuk Pripyat, Ukraina, tragedi ini juga turut menjadi mimpi buruk bagi dunia pada umumnya.

Kecelakaan akibat tragedi Chernobyl ini mengakibatkan 134 orang yang mengalami radiasi dan menderita sindrom radiasi akut. 28 sampai 29 orang meninggal dalam beberapa bulan pertama, 19 lainnya meninggal di tahun-tahun berikutnya.

Agar tragedi Chernobyl tidak kembali terulang menyusul laporan aktivitas nuklir yang kembali aktif di lokasi tersebut, para ilmuwan Ukraina mengaku sedang dalam usaha untuk menangani kasus ini di masa mendatang.

Berita Terkait