BMKG: Hujan Es di Bogor Terkait Awan Comulunimbus

Ini penjelasan BMKG soal fenomena hujan es di Bogor kemarin.

Agung Pratnyawan
Kamis, 24 September 2020 | 07:55 WIB
Logo BMKG. (BMKG)

Logo BMKG. (BMKG)

Hitekno.com - Telah terjadi Fenomena hujan es di Bogor pada Rabu (23/9/2020). Menurut penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kejadian ini terkait adanya awan comulunimbus.

Hal ini dijelaskan BMKG melalui Stasiun Meteorologi Citeko, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Itu hujan es (hail). Fenomena ini terjadi ketika hujan dari awan comulunimbus," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Citeko, Asep Firman Ilahi, dimuat Suara.com.

Baca Juga: Menurut BMKG, Ini Sumber Suara Dentuman Misterius di Jakarta

Menurutnya, butiran es dihasilkan dari partikel hujan melewati lingkungan yang super dingin, biasanya mencapai suhu lingkungan lebih rendah dari minus 50 derajat celcius.

"Kemunculannya bisa dipantau hanya melalui radar atau satelit. Apabila awan cumulonimbusnya besar (giant cumulonimbus) bisa diukur dengan satelit suhu puncak awannya dalam mode infra merah," kata Asep.

Ilustrasi Hujan es hingga sebesar bola ping-pong. [shutterstock]
Ilustrasi Hujan es hingga sebesar bola ping-pong. [shutterstock]

Meski begitu, hingga kini Stasiun Meteorologi Citeko belum dapat mengukur curah hujan di wilayah Bogor, pasalnya Kawasan Puncak tempat pengukuran BMKG baru diguyur hujan saat hujan es di wilayah Kota Bogor sudah reda.

Baca Juga: Prediksi BMKG,Awal Musim Hujan Diprakirakan Tiba Akhir Oktober

"Di Puncak baru saja mulai hujan, (curah hujan) bel dapat diukur. Kalah untuk daerah Bogor Kota biasanya dipantau dari ARG Kebun Raya, tapi updatenya nanti jam 19.00 WIB," tuturnya.

Seperti diketahui, butiran es batu turun bersamaan hujan di sebagian wilayah Kota Bogor sekitar pukul 17.00 WIB, di antaranya yaitu kawasan Kelurahan Kencana.

Salah satu warga Perumahan Citra Kencana, Apri (38) menyebutkan bahwa butiran es berukuran ujung jari sempat membuat berisik atap rumahnya saat turun bersama air hujan.

Baca Juga: Viral Fenomena Alam Unik Awan Berwarna Kuning di Wonosobo, Ini Kata BMKG

"Tadi depan rumah banyak banget pas hujan deras," kata Apri.

Itulah penjelasan BMKG pada fenomena hujan es yang terjadi di Bogor kemarin yang ada kaitannya dengan Awan Comulunimbus. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Baca Juga: BMKG: Ini Klaster Zona Gempa Aktif di Agustus 2020

Berita Terkait
TERKINI

Melalui Yandex Cloud, Yandex Weather, dan Yandex School of Data Analytics (YSDA) berkolaborasi untuk mengintegrasikan ke...

sains | 12:33 WIB

Apa saja fitur canggih yang ada di CBR 150? Simak rinciannya di bawah ini....

sains | 12:12 WIB

Pertamina Foundation bersama Fakultas Kehutanan UGM telah melakukan kerja sama rehabilitasi hutan "Hutan Pertamina UGM"...

sains | 14:04 WIB

Dengan memanfaatkan algoritma AI, perusahaan ini berhasil membuka jalan bagi pengembangan obat terobosan potensial....

sains | 16:10 WIB

Objek ini punya suhu jauh lebih tinggi daripada matahari walaupun tak begitu terang. Objek apa gerangan?...

sains | 16:22 WIB

Pusat Studi Objek Dekat Bumi NASA (CNEOS) telah mencatat lebih dari 32.000 asteroid yang berada dekat dengan Bumi....

sains | 15:44 WIB

Kontribusi Goodenough merevolusi bidang teknologi membuat namanya layak dikenang sebagai sosok penting....

sains | 13:54 WIB

Jika tidak ada yang dilakukan, tingkat diabetes akan terus meningkat di setiap negara selama 30 tahun ke depan....

sains | 18:50 WIB

Vladimir Putin, pertama kali mengumumkan pengembangan drone Poseidon dalam pidato kepada parlemen Rusia 2018 lalu....

sains | 18:26 WIB

Berikut adalah sederet mitos tentang daging kambing yang banyak dipercaya masyarakat. Benarkah?...

sains | 10:19 WIB

Apakah kalian tahu apa perbedaan antara pandemi dan endemi? Simak penjelasannya di sini....

sains | 20:20 WIB

Prosedur bariatrik ramai disorot setelah beberapa seleb Indonesia diketahui menjalani tindakan medis ini....

sains | 17:01 WIB

Begini akal-akalan Toyota untuk memikat orang agar tertarik dengan mobil listrik. Seperti apa?...

sains | 10:25 WIB

SATRIA adalah satelit yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan digital di Indonesia....

sains | 15:42 WIB

Satelit Satria-1 milik Indonesia akhirnya berhasil diluncurkan, diklaim sebagai terbesar di Asia....

sains | 15:59 WIB

Simak penjelasan apa itu El Nino lengkap dan dampak hingga potensi bahayanya bagi Indonesia....

sains | 15:48 WIB

Sering berlama-lama di depan monitor atau ponsel? Leher terasa kaku bahkan cenderung nyeri?...

sains | 16:38 WIB

Apa saja tanda-tanda rabies pada anjing? Awas jangan sampai terkena gigitanya, ya! Bisa fatal!...

sains | 13:09 WIB
Tampilkan lebih banyak