Sains

Karantina di Rumah, Robot Ini Bantu Warga Belanja Makanan

Di kota Milton Keynes, robot berbentuk kotak persegi panjang dan punya enam roda ini sudah berlalu lalang.

Dinar Surya Oktarini

Ilustrasi belanja online. (Unsplash/Charles
Ilustrasi belanja online. (Unsplash/Charles

Hitekno.com - Kebijakan physical distancing membuat sejumlah warga tak bisa berpergian, termasuk di Inggris. Kini warga Inggris mengandalkan robot untuk menggantikannya belanja bahan makanan selama karantina

Di kota Milton Keynes, robot berbentuk kotak persegi panjang dan punya enam roda ini sudah berlalu lalang sejak dua tahun lalu guna membantu warga berbelanja.

Namun sejak pemerintah telah memberlakukan aturan social distancing untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, intensitas pekerjaan robot ini semakin besar.

Robot ini memberikan layanan antar secara gratis kepada staf layanan kesehatan nasional (National Health Service) dan masyarakat umum.

"Saat ini kami menawarkan pengiriman gratis ke semua pekerja layanan kesehatan nasional di masyarakat. Kami ingin mempermudah kehidupan orang-orang di masa yang sangat menegangkan seperti sekarang ini," ujar Henry Harris-Burland mewakili Starship, perusahaan pembuat robot kurir ini, sebagaimama dikutip laman Reuters, Selasa (28/4/2020).

Burland mengatakan, robot yang dibuat perusahaannya kini kebanjiran pesanan dari masyarakat untuk membeli bahan makanan dan kebutuhan pokok lainnya.

"Banyak dari mereka yang melakukan pekerjaan 80 jam dalam seminggu dan mereka tidak punya waktu untuk pergi ke toko sembako. Jadi mereka menggunakan robot kami untuk berbelanja. Kami merasa terhormat bahwa kami bisa menjadi bagian dari solusi itu," imbuhnya.

Ilustrasi sayur. (pexels/Pixabay)
Ilustrasi sayur. (pexels/Pixabay)

 

Sejauh ini, robot tersebut bisa diandalkan. Ia mampu mengangkat beban hingga 10 kg dengan jarak tempuh lebih dari 1 kilometer dengan kecepatan maksimal hingga 6 km/jam.

Karena banyaknya permintaan, Starship telah menggandakan armada untuk pengiriman robot di kota Milton Keynes menjadi 70 unit dalam tiga minggu terakhir. Selama periode tersebut, robot ini mampu menyelesaikan sekitar 100.000 pengiriman otonom di kota tersebut.

"Banyak warga telah menjangkau kami secara online dan meminta kami untuk mengirim ke lingkungan mereka. Kami melakukan segala secepat mungkin untuk memperluas dalam menawarkan layanan ini kepada lebih banyak orang, terutama pada saat yang sangat penting ini," pungkas Burland.(Suara.com/Tivan Rahmat)

Berita Terkait