Sains

Galaksi Terluar Perlahan Mulai "Terbunuh", Ilmuwan Masih Mencari Tahu

Kurangnya bahan bakar untuk pembentukan bintang membuat sebuah galaksi bisa terbunuh secara perlahan.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

NGC 4639, salah satu galaksi luar berbentuk spiral. (NASA)
NGC 4639, salah satu galaksi luar berbentuk spiral. (NASA)

Hitekno.com - Ilmuwan sekaligus astrofisikawan baru saja menemukan fakta mengagetkan yang menyatakan bahwa galaksi terluar yang letaknya jauh dari galaksi Bima Sakti sedang "terbunuh". Banyak galaksi yang perlahan-lahan menghilang ketika bintang mereka memudar atau mati dalam supernova yang kejam.

Ilmuwan yang tergabung di dalam program Virgo Environment Traced in Carbon Monoxide (VERTICO) sedang menyelidiki secara terperinci bagaimana galaksi dapat dibunuh oleh lingkungannya sendiri.

Pemimpin penelitian dan juga astrofisikawan yang bernama Toby Brown dari Universitas McMaster mengoordinasi tim yang terdiri dari 30 ahli dalam menggunakan Atacama Large Millimeter Array (ALMA).

Berkat ALMA, mereka bisa memetakan gas hidrogen molekuler, bahan bakar di mana bintang-bintang baru dibuat dengan resolusi tinggi melintasi 51 galaksi di luar Bima Sakti.

Diluncurkan pada pada tahun 2013, ALMA adalah serangkaian antena radio yang terhubung pada ketinggian 5.000 meter di Gurun Atacama, Chili utara.

Ilustrasi ledakan supernova. (Wikipedia/ Anglo-Australian Observatory)
Ilustrasi ledakan supernova. (Wikipedia/ Anglo-Australian Observatory)

 

Dikutip dari Futurism, kemitraan internasional antara Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan Chili berhasil menciptakan proyek astronomi ALMA dengan menelan 1,4 miliar dolar AS atau Rp 19,7 triliun.

Menggunakan teleskop dan serangkaian radio terkemuka di dunia, ilmuwan menemukan bahwa galaksi sedang terbunuh saat mereka berinteraksi dengan kondisi ekstrem gugusan galaksi yang padat lainnya.

Namun sampai saat ini, mereka masih belum tahu penyebab mengapa kejadian tersebut berlangsung.

Meski terdapat kata "terbunuh", itu bukan berarti mereka tiba-tiba menghilang.

Namun sebaliknya, pembentukan bintang-bintang baru mengalami masalah oleh faktor-faktor yang belum ditentukan.

Ilustrasi Virgo Cluster, kumpulan dari galaksi-galaksi luar. (Wikipedia/ ESO)
Ilustrasi Virgo Cluster, kumpulan dari galaksi-galaksi luar. (Wikipedia/ ESO)

 

Ilmuwan menemukan bahwa terdapat kemungkinan yang menyebabkan itu semua, termasuk proses yang disebut "Ram Pressure Stripping".

Proses tersebut merupakan sebuah proses di mana gas yang digunakan galaksi untuk membentuk bintang disedot oleh plasma intergalaksi terdekat.

Lingkungan di dalam gugus galaksi menjadi terlalu panas untuk gas-gas kosmik sehingga menjadikannya tidak berguna sebagai bahan bakar.

"Ketika galaksi kehilangan bahan bakar untuk pembentukan bintang, maka secara efektif galaksi itu terbunuh dan perlahan akan menghilang," kata Brown.

Penelitian di atas sangat berguna bagi ilmuwan untuk mempelajari proses kematian dan pembentukan bintang baru dalam sebuah galaksi.

Berita Terkait