Sains

Menurut Ilimah, Ini Alasan Kamu Nggak Bisa Move On dari Gebetan

Hayo siapa yang nggak bisa move on dari gebetan? Nih ada solusinya juga.

Dinar Surya Oktarini

Ilustrasi patah hati. (Unsplash/Andrik Langfield)
Ilustrasi patah hati. (Unsplash/Andrik Langfield)

Hitekno.com - Memiliki gebetan atau calon pacar dan beberapa kali berkencan romantis dengannya membuat kamu selalu melamun akan masa depan bersamanya.

Membayangkan bagaimana akhirnya menemukan orang yang selama ini kamu idam-idamkan, tetapi selama si doi belum memberikan kamu kepastian mengenai hubungan kalian sebaiknya kamu jangan bermimpi tinggi.

Pasalnya tak semua hubungan bersama gebetan berakhir dengan sesuai keinginan. Namun meski sudah berniat melupakan gebetan karena cinta bertepuk sebelah tangan, kamu pasti masih memikirkan si doi yang pernah mengisi hari-hari kamu.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Mengapa sosoknya selalu hadir tiap kali? Rupanya hal seperti ini ada penjelasan sainsnya lho.

Roy Baumeister dan Sara Wotman yang sempat mengajar di Case Western Reserve University, menulis penelitian mengenai dampak cinta bertepuk sebelah tangan terhadap otak.

Ilustrasi sedih. (pexels/Kat Jayne)
Ilustrasi sedih. (pexels/Kat Jayne)

 

Penelitian tersebut dipublikasikan pada tahun 1993, dari sampel penelitian yang melibatkan pria dan wanita, lebih dari 98 persen responden mengatakan bahwa setidaknya pernah sekali mengalami cinta tak berbalas selama hidupnya.

Saat Baumeister diwawancari The New York Times fenomena tersebut adalah kebenaran yang kejam ''Sebagian besar orang menganggap kepribadiannya jauh lebih menarik dari yang sebenarnya dilihat orang lain, bisa dibilang ketertarikan seseorang terhadap manusia lain sebetulnya sangat berbeda dari yang dipersepsikan orang yang jadi obyek ketertarikan'' ujarnya dalam wawancara tersebut.

Sedangkan Tanisha M. Ranger, Psikolog di Henderson, Nevada menambahkan bahwa ''sifat manusia ada hubunganya dengan sedih saat ditinggal gebetan, pasalnya kita lebih mengingat hal-hal yang terjadi secara singkat.''

Hal ini dinamakan efek Zeigarnik, bias kognitif yang sudah sering diteliti kalangan psikolog. Efek tersebut menggambarkan betapa orang cenderung lebih suka mengingat hal-hal yang belum selesai.

Efek tersebut akan dialami beberapa orang yang berurusan dengan calon pacar yang gagal didapatkan.

Ilustrasi patah hati. (Shutterstock)
Ilustrasi patah hati. (Shutterstock)

 

Ditambah lagi saat menjalani masa PDKT, otak kamu akan memiliki hubungan emosional yang merubah reaksi kimia di otak. Masaa-masa itu membuat serotine mulai mengalir ke syaraf-syaraf otak, lalu pikiran kamu akan mengendalikan sisanya.

''Reaksi kimia di otak akan mengalami perubahan saat sedang menyukai sesuatu, meskipun durasinya sangat singkat dan reaksi itu akan memengaruhi perasaan apabila hubungan berakhir'' ungkap Tanisha M. Ranger.

Jadi solusinya adalah saat kamu mengalami hal sedih tersebut, hubungi orang-orang terdekatmu untuk membantu kamu move on dan melupakan gebetan. Seorang psikolog mengungkapkan meski tak ada waktu yang jelas berapa lama orang bisa mengatasinya.

Namun beberapa ahli kesehatan mental mengajurkan mereka untuk lebih peduli pada diri sendiri dan mendapatkan dukungan dari orang terdekat untuk menerima orang baru.

Jadi bagaimana yang cintanya kandas dan digantungin gebetan? Sudah siap move on?

Berita Terkait