Sains

Pidato Rahasia Presiden AS Terkait Misi ke Bulan Neil Armstrong Terungkap

Dalam pidato Presiden AS tersebut, Richard Nixon harus menyebut nama dua astronot sambil mengucap kalimat selanjutnya yang penuh dengan duka dan ucapan sedih.

Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia

Presiden Richard Nixon memantau misi ke Bulan Neil Armstrong. (NASA)
Presiden Richard Nixon memantau misi ke Bulan Neil Armstrong. (NASA)

Hitekno.com - Setelah beberapa tahun lamanya, pidato rahasia Presiden AS mengenai misi ke bulan Neil Armstrong terkuak. Jika pada saat itu, Neil Armstrong dan kawan-kawan gagal menginjakan kaki di bulan, Presiden AS rupanya punya pidato yang sudah dipersiapkan untuk momen tersebut.

Sedikit nostalgia, Neil Armstrong dan Edwin Aldrin menjadi manusia pertama yang berjalan di permukaan Bulan pada 20 Juli 1969.

Tidak seratus persen dibuat yakin dengan keberhasilan momen besar ini, Presiden Amerika Serikat, Richard Nixon rupanya sudah siap mengumumkan berita duka tersebut kepada seluruh manusia di muka Bumi.

Berita duka tersebut rencananya akan ia sampaikan melalui sebuah pidato ke publik. Bersama stafnya, Richard Nixon menyusun pidato untuk kemungkinan terburuk seandainya dua astronot tersebut gagal tiba ke Bulan atau tidak bisa kembali ke Bumi. Staf Presiden AS saat itu adalah William Safire.

Misi Apollo 11 di tahun 1969 ini memang merupakan salah satu misi berbahaya. Pasalnya, jika keduanya tidak bisa mendarat, dua astronot ini harus ditinggalkan dan meninggal di Bulan.

Astronaut Edwin E. Aldrin Jr (di sebelah kiri) dan Astronaut Neil A. Armstrong, komandan Apollo 11 (NASA)
Astronaut Edwin E. Aldrin Jr (di sebelah kiri) dan Astronaut Neil A. Armstrong, komandan Apollo 11 (NASA)

 

Hal ini yang lalu membuat pesawat ruang angkasa yang ditumpangi menjadi hancur sesaat setelah NASA memutuskan komunikasi dengan wahana antariksa tersebut.

Kemungkinan terburuk ini membuat Presiden AS, Richard Nixon harus menyusun pidato yang mengumumkan mengenai berita duka dan kegagalan misi ini.

Dilansir dari Life Science, naskah pidato Presiden AS ini lalu ditulis oleh William Safire bersama Richard Nixon. Dalam pidato Presiden AS tersebut, Richard Nixon harus menyebut nama dua astronot sambil mengucap kalimat selanjutnya yang penuh dengan duka dan ucapan sedih.

Berikut isi pidato rahasia Presiden AS mengenai misi ke bulan Neil Armstrong:

''Nasib telah menahbiskan orang-orang itu pergi ke Bulan untuk menjelajah dengan damai dan akan tetap di sana untuk beristirahat dengan tenang. Orang-orang pemberani ini, Neil Armstrong dan Edwin Aldrin tahu bahwa tidak ada harapan untuk mengubah nasib mereka. Tetapi mereka juga tahu bahwa mereka berkorban untuk harapan umat manusia. Untuk setiap manusia yang memandang bulan di malam-malam yang akan datang, mereka akan tahu..'' tulis pidato tersebut.

Pidato rahasia Presiden AS terkait misi ke Bulan. (Richard Nixon Presidential Library)
Pidato rahasia Presiden AS terkait misi ke Bulan. (Richard Nixon Presidential Library)

 

Penuh rasa duka dan sedih, naskah pidato Presiden AS, Richard Nixon ini lalu baru terungkap 30 tahun kemudian.

Beruntung, Neil Armstrong dan Edwin Aldrin sukses mendarat di Bulan. Richard Nixon lalu tidak perlu menyampaikan pidato penuh rasa sedih tersebut.

Saat sukses menjalankan misinya, Richard Nixon menjadi orang pertama yang melakukan komunikasi dengan kedua astronot ini melalui kontrol misi NASA di Houston. Kalimat pertama yang diungkap Presiden AS adalah ''Seluruh dunia bangga dengan kalian..''.

Saat ini, dokumen terkait pidato rahasia Presiden AS mengenai misi ke Bulan Neil Armstrong tersimpan di Perpustakaan dan Museum Kepresidenan Richard Nixon.

Berita Terkait