Sains

Mengenal Migaloo, Paus Bungkuk Albino Langka yang Menakjubkan

Migaloo merupakan paus bungkuk albino yang sangat pintar bersembunyi.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Migaloo menyemburkan air saat terekam. (YouTube/ Chris Jones)
Migaloo menyemburkan air saat terekam. (YouTube/ Chris Jones)

Hitekno.com - Memasuki bulan Juni 2019, penggemar paus di sekitar Australia dan Selandia baru akan sangat senang mengingat musim paus sudah tiba. Salah satu yang mereka nantikan adalah kehadiran Migaloo, paus bungkuk albino langka yang bebas di alam liar.

Meski keberadaannya ada di alam liar, namun Migaloo pernah beberapa kali menyapa manusia dan terekam kamera.

Migaloo bersama dengan 35 ribu paus bungkuk akan bermigrasi dari perairan dingin Antartika ke perairan tropis hangat di Great Barrier Reef, Australia.

Momen ini sangat dinantikan bagi para peneliti dan juga wisatawan karena mereka dapat menyapa paus di atas kapal.

Di sepanjang pantai timur Australia, wisawatan tinggal berdiri di atas kapal dan bisa mengabadikan puluhan ribu paus yang bermigrasi.

Jika beruntung, mereka dapat menjumpai Migaloo, paus bungkuk albino yang sangat langka.

Migaloo terlihat di perairan dekat Australia. (Wikipedia/ Sylke Rohrlach)
Migaloo terlihat di perairan dekat Australia. (Wikipedia/ Sylke Rohrlach)

 

Karena sangat langka, peluang bertemu dengan hewan ini dianalogikan sebagai "satu di antara sejuta pertemuan".

Salah satu peneliti dan seorang penggemar paus bungkuk Migaloo adalah Dr. Wally Franklin dari Southern Cross University.

Peneliti tersebut bahkan telah meneliti paus bungkuk dan Migaloo selama puluhan tahun.

"Saya dan istri saya telah mempelajari paus bungkuk di Teluk Hervey sejak 1989. Tahun ini sebenarnya adalah tahun ke-30 kami dan yang menarik itu bertepatan masa hidup Migaloo," kata Franklin dikutip dari ABC News.

Migaloo adalah seekor paus remaja ketika pasangan peneliti itu bertemu dengannya di Teluk Harvey pada tahun 1992.

Hal yang luar biasa adalah Migaloo diprediksi sebagai satu-satunya paus bungkuk albino di antara kelompok paus berjumlah 35 ribu ekor.

Paus bungkuk albino bernama Migaloo sangat sulit ditemui oleh ilmuwan dan wisatawan. (YouTube/ Chris Jones)
Paus bungkuk albino bernama Migaloo sangat sulit ditemui oleh ilmuwan dan wisatawan. (YouTube/ Chris Jones)

 

Setiap tahun, paus bungkuk akan meninggalkan tempat makanan mereka di Antartika yang penuh dengan krill untuk memulai migrasi tahunan ke utara.

Mereka biasanya menempuh jarak 10 ribu kilometer.

Berat rata-rata paus bungkuk adalah 36 ribu kilogram.

Migaloo memiliki berat badan di atas rata-rata, bahkan diprediksi beratnya mencapai 40 ribu kilogram.

Karena ukurannya yang sangat besar, beberapa peneliti meyakini bahwa Migaloo adalah pemimpin kawanan paus bungkuk.

Migaloo bahkan diketahui pernah bernyanyi atau mengeluarkan suara tertentu ketika bertemu dengan manusia.

Suara nyanyian paus bungkuk itu diyakini merupakan cara mereka berkomunikasi atau menarik pasangan.

Paus bungkuk dapat mencapai usia 100 tahun sehingga peneliti masih punya waktu yang lama untuk meneliti Migaloo pada belasan tahun ke depan.

Berita Terkait