Sains

Sadasa Academy Diresmikan, Data Scientist di Yogya Diharapkan Bertambah

Sadasa Academy merupakan lembaga informal pertama penghasil data Scientist di Yogyakarta.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Foto bersama antara Sadasa Academy dan komunitas startup Yogyakarta. (HiTekno.com/ Rezza Rachmanta)
Foto bersama antara Sadasa Academy dan komunitas startup Yogyakarta. (HiTekno.com/ Rezza Rachmanta)

Hitekno.com - Indonesia diketahui sedang dalam darurat SDM digital. Atas dasar itu, Sadasa Academy selaku lembaga pendidikan informal, ingin berkontribusi dengan menghasilkan Data Scientist.

Perkembangan teknologi yang semakin maju tentunya harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang mumpuni.

Seperti yang telah diketahui, Indonesia akan memasuki sebuah era yang dinamakan revolusi industri 4.0.

Teknologi internet, cloud-computing dan pengolahan data digital sangat diperlukan dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Sadasa Academy yang merupakan singkatan dari Sekolah Data Science, ingin menghasilkan digital talent yang mempunyai daya saing tinggi.

Mereka menjelaskan bahwa setidaknya 600 ribu SDM digital baru harus dihasilkan setiap tahunnya.

Foto bersama para staf, mentor, dan mitra Sadasa Academy. (HiTekno/ Rezza Rachmanta)
Foto bersama para staf, mentor, dan mitra Sadasa Academy. (HiTekno.com/ Rezza Rachmanta)

 

Hal itu untuk memenuhi kebutuhan 9 juta talenta digital dalam kurun waktu 10 tahun ini.

Ironisnya, sistem pendidikan di Indonesia agaknya kurang memenuhi syarat untuk mengejar target di atas.

Founder Sadasa Academy, Krisostomus Nova Rahmanto, menilai bahwa Indonesia saat ini merupakan salah satu produsen data terbesar dan kita harus mengolahnya dengan baik.

Data Scientist atau secara harfiah dikenal sebagai Ilmuwan Data, merupakan jawaban yang tepat untuk mengolah data tersebut.

Seperti yang telah diketahui, ketika kita menggunakan smartphone, laptop dan peralatan digital, kita secara otomatis akan menghasilkan data.

Salah satu founder Sadasa Academy, Krisostomus Nova Rahmanto. (HiTekno/ Rezza Rachmanta)
Salah satu founder Sadasa Academy, Krisostomus Nova Rahmanto. (HiTekno.com/ Rezza Rachmanta)

 

Era big data merupakan sebuah tantangan sekaligus kesempatan bagi talenta digital di Indonesia untuk memanfaatkannya.

Krisostomus Nova Rahmanto atau akrab dipanggil mas Kristo ini ingin berkontribusi dalam menghasilkan talenta digital untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0.

''Sadasa Academy adalah lembaga pendidikan informal yang akan menghasilkan talenta digital dengan kemampuan khusus. Talenta digital Indonesia masih sedikit yang sangat menguasai ilmu Revolusi Digital 4.0 seperti Data Science, Artificial Intelligence, dan IoT. Nah, kita akan fokus kepada salah satu ilmu yaitu Data Science sehingga talenta digital Indonesia semakin terangkat daya saingnya,'' kata mas Kristo kepada tim HiTekno.com.

Tempat Sadasa Academy dalam memberikan pelatihan untuk calon Data Scientist. (HiTekno/ Rezza Rachmanta)
Tempat Sadasa Academy dalam memberikan pelatihan untuk calon Data Scientist. (Google Street View)

 

Pria lulusan Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada itu juga menjelaskan bahwa selama ini, institusi pendidikan tinggi dan sekolah kejuruan yang ada hanya mampu menghasilkan SDM digital dengan keterampilan tingkat umum.

Padahal, Revolusi Industri 4.0 menuntut SDM dengan keterampilan tinggi.

Sadasa Academy merupakan inisiasi dari PT WeSolve Solusi Indonesia dan CV Kedata Indonesia, sehingga nantinya para Data Scientist yang dihasilkan bisa bekerja sama dengan kedua perusahaan tersebut atau mengaplikasikan ilmunya ke dalam beberapa project.

Sadasa Academy yang bertempat di Jl. Sagan GK.V No 900 Terban, Gondokusuman, Yogyakarta sudah membuka pendaftarannya melalui link ini.

Beberapa komunitas startup di Yogyakarta juga ikut mendukung Sadasa Academy sehingga nantinya lembaga informal itu bisa menghasilkan Data Scientist dengan daya saing yang tinggi.

Berita Terkait