Sains

Saat Gempa Bumi, Gedung Pencakar Langit Ini Keluarkan Air Banyak Banget

Gempa Filipina menciptakan kabut misterius yang datang dari atap gedung.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Gedung pencakar langit terlihat mengeluarkan air dari atas saat gempa terjadi. (YouTube/ Manila Bulletin Online)
Gedung pencakar langit terlihat mengeluarkan air dari atas saat gempa terjadi. (YouTube/ Manila Bulletin Online)

Hitekno.com - Selain ketakutan saat musibah terjadi, gempa Filipina menghasilkan kisah unik dan viral dari netizen. Sebuah kejadian saat gempa Bumi tersebut menarik perhatian netizen.

Seperti yang telah diketahui, Filipina baru saja diguncang gempa bermagnitudo 6,3 di pagi hari waktu setempat pada tanggal 22 April 2019.

Sebuah video yang ditonton lebih dari 1,3 juta kali misalnya, menggambarkan gedung yang bergoyang dengan jelas saat gempa terjadi.

Video yang dibagikan oleh akun @francelleisms di Twitter menampilkan keadaan di mana orang itu dan teman-temannya ada di gedung saat gempa terjadi.

Mereka bahkan sempat merekam video saat gedung di samping mereka bergoyang dan mengeluarkan debu.

Banyak netizen yang khawatir akan keselamatannya, namun akun itu memastikan bahwa gedung tempat mereka merekam video tidak runtuh sehingga mereka berhasil selamat.

Sebuah kejadian unik lainnya muncul di gedung pencakar langit bernama Anchor Skysuites. Gedung pencakar langit ini adalah yang tertinggi di Manila, Fiipina.

Anchor Skysuites juga merupakan bangunan tertinggi di Chinatown mana pun di seluruh dunia di luar China.

Sebuah video yang direkam oleh Michael Rivo mengungkapkan ada yang aneh dengan gedung itu saat gempa terjadi.

Saat terjadi guncangan, gedung Anchor Skysuites mengeluarkan air yang berasal dari puncak gedung pencakar langit.

Bangunan pencakar langit itu mempunyai tinggi 181 meter dan terdiri dari 54 lantai.

Anchor Skysuites termasuk gedung baru karena baru dibuka pada tahun 2015.

Anchor Skysuites, bangunan tertinggi di Manila(Wikipedia/ Ramon FVelasquez)
Anchor Skysuites, bangunan tertinggi di Manila(Wikipedia/ Ramon FVelasquez)

 

Air yang tumpah hanya meluncur sempurna ketika sampai di setengah ketinggian gedung.

Angin langsung menyapunya sehingga menjadi sebuah kabut yang mengerikan saat gempa Bumi.

Dikutip dari Gizmodo, menurut sumber lokal, air yang tumpah ternyata berasal dari kolam super besar di atap gedung.

Saking kuatnya goncangan, air sampai tumpah dan menciptakan kabut buatan di pagi hari.

Gempa Bumi tersebut berpusat sekitar 60 kilometer dari Manila, Filipina. Korban yang meninggal akibat gempa kini mencapai 15 orang.

Wilayah tersebut terutama Pulau Luzon, mempunyai catatan sejarah yang kurang bagus terkait gempa Bumi.

Untungnya gempa yang terjadi kemarin tidak memakan korban terlalu banyak dibandingkan dengan sejarah gempa masa lalu.

Sekitar 4.791 orang meninggal pada tahun 1976 saat gempa bermagnitudo 7,9 di daerah tersebut.

Pada tahun 1990, terdapat gempa bermagnitudo 7,8 yang membuat 1.666 meninggal.

Gempa Filipina tidak menyebabkan tsunami, setidaknya bukan dari lautan. Melainkan dari gedung pencakar langit ini.

Berita Terkait