Sains

Katie Bouman, Ilmuwan di Balik Temuan Lubang Hitam Pertama dalam Sejarah

Yuk kenalan dengan ilmuwan cantik Katie Bouman.

Dinar Surya Oktarini

Katie Bouman. (Facebook/Katie Bouman
Katie Bouman. (Facebook/Katie Bouman

Hitekno.com - Pertama kalinya dalam sejarah sebuah lubang hitam atau black hole tertangkap dalam sebuah gambar.

Dilansir dari laman NASA, hal ini merupakan sebuah prestasi bersejarah oleh jaringan internasional teleskop radio yang disebut Event Horizon Telescope (EHT) .

Lubang Hitam. (NASA/Event Horizon Telescope collaboration et al.)
Lubang Hitam. (NASA/Event Horizon Telescope collaboration et al.)

 

Salah satunya adalah perempuan cantik bernama Katie Bouman yang merupakan seorang ilmuwan komputer berusia 29 tahun.

Berkat kemampuannya membantu dalam mengembangkan algoritma tersebutlah sehingga terciptalah gambar lubang hitam pertama kali dalam sejarah.

Katie Bouman sendiri memimpin pengembangan program komputer yang memungkinkan banyaknya trobosan dan ide dalam proyek ini. 

Foto luar biasa yang berupa lingkaran cahaya debu dan gas berusia 500 juta triliun km dari bumi berhasil dirilis meski sebelumnya ia menganggap upaya yang ia lakukan dianggap mustahil.

Dengan ekspresi senang, ilmuwan cantik tersebut menguatkan diri saat memuat gambar di laptopnya.

Katie Bouman. (Facebook/Katie Bouman
Katie Bouman. (Facebook/Katie Bouman

 

Dalam unggahannya di Facebook Katie mengatakan ''menonton dengan tak percaya sebagai gambar pertama yang saya buat dari lubang hitam sedang dalam proses direkrontuksi.''

Dilansir dari laman BBC, Katie Bouman sendiri membuat algoritma untuk menangkap lubang hitam tersebut tiga tahun lalu ketika dia masih mahasiswa pasasarjana di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Di sana, ia memimpin proyek dibantu oleh tim dari Laboratorium Ilmu Pengetahuan dan Kecerdasan Buatan MIT, Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian, dan Observatorium Haystack MIT.

Katie Bouman. (Facebook/Katie Bouman
Katie Bouman. (Facebook/Katie Bouman

 

Meski ia memimpin dalam proyek ini, namun ilmuwan cantik yang saat ini menjadi asisten profesor di bidang komputasi dan matematika di California Institute of Technology ini bersikeras tim yang bersama membantunya juga mendapatkan penghargaan yang sama.

Sebanyak lebih dari dari 200 ilmuwan terlibat dalam proyek menangkap lubang hitam dengan menggunakan teleskop di lokasi mulai dari Antartika ke Chili.

Berita Terkait