Sains

Lagi, Meteor Kembali Meledak di Langit Siberia yang Cerah

Meteor yang meledak ini disebabkan oleh udara bertekanan tinggi saat objek tersebut masuk ke Bumi.

Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia

Ilustrasi Bumi. (Pixabay/ qimono)
Ilustrasi Bumi. (Pixabay/ qimono)

Hitekno.com - Pada Sabtu (6/4/2019), sebuah meteor dilaporkan kembali meledak di langit Siberia pada pukul 19.00 waktu setempat.

Fenomena super langkah ini terekam oleh kamera dashboard mobil milik seorang warga yang saat itu melintas di jalan raya Siberia.

Secara mengejutkan, meteor tersebut datang menyerupai bola api saat akhirnya meledak di atas kota Krasnoyarsk. Video saat meteor tersebut meledak di langit Siberia ini diunggah oleh @WeatherSarov ke Twitter pribadi miliknya.

Usai melintas di langit Siberia, meteor tersebut lalu meledak di langit wilayah Irkutsk yang berada di sebelah timur Krasnoyarsk. Jenis meteor yang meledak di udara sebelum menghantam tanah ini dikenal dengan nama bolide.

Dilansir dari The Siberian Times, meteor yang meledak ini disebabkan oleh udara bertekanan tinggi saat objek tersebut masuk ke Bumi.

Udara bertekanan tinggi ini merembes ke celah-celah meteor hingga meningkatkan tekanan internal dan membuat meteor pecah sebelum menghantam tanah.

Pemerintah dan para peneliti sangat bersyukur karena meteor mengerikan ini tidak sampai menimbulkan ancaman berarti pada manusia dan masyarakat daerah tersebut.

Ilustrasi hujan meteor. (Pixabay/OpenClipart)
Ilustrasi hujan meteor. (Pixabay/OpenClipart)

 

Secara ukuran, meteor yang meledak di Krasnoyarsk ini tidak lebih besar dari meteor New Tunguska yang kala itu berdiameter sekitar satu meter.

Sebelumnya, tercatat ada beberapa kali fenomena bolide terjadi dan menghantam Bumi. Pada awal Maret 2019, sebuah meteor juga diketahui meledak di luar angkasa sebelum berhasil masuk ke Bumi.

Kejadian meteor yang meledak di langit Siberia ini, membuat kita sedikit mengingat ancaman meteor sering terjadi di Bumi dalam beberapa waktu ini. Para ahli lalu memberikan peringatan bahwa bisa saja dikemudian hari akan terjadi kejadian serupa yang mengancam Bumi.

Berita Terkait