Sains

Chatting dengan Orang Meninggal, Teknologi Ini Memungkinkannya

Jika sudah terwujud, kamu ingin chatting dengan siapa.

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta

Ilustrasi transfer kesadaran. (Variety)
Ilustrasi transfer kesadaran. (Variety)

Hitekno.com - Teknologi memungkinkan seseorang melakukan transfer kesadaran ke komputer. Berkat teknologi tersebut, suatu saat nanti manusia masih bisa chatting meski ia telah meninggal.

Orang-orang terkasih dan terdekat bisa merasakan kehadiran diri kita meski kita sudah meninggal.

Kita bisa melakukan chatting atau percakapan melalui smartphone atau laptop sehingga orang-orang akan merasa kita masih ada.

Kita mungkin menganggap hal itu hanya ada di film fiksi ilmiah yang biasanya kita tonton.

Namun tunggu dulu, peneliti baru saja menemukan bahwa ''kesadaran virtual'' seperti film Transcendence bisa terwujud.

Dua orang peneliti yaitu Shriya Devadiga dan Bhakthi Shetty telah menyelidiki bagaimana chatbot dapat dibuat dengan menduplikasi kepribadian dan kesadaran secara digital.

Suatu saat nanti, peneliti sangat yakin bahwa manusia dapat mengobrol dengan AI atau kecerdasan buatan yang dimodifikasi dengan kesadaran seseorang ketika masih hidup.

Ilustrasi kecerdasan buatan. [Pixabay]
Ilustrasi kecerdasan buatan. [Pixabay]

 

Dalam penelitian mereka, peneliti menggunakan Replika A.I., sebuah aplikasi yang dibuat oleh programmer asal Rusia, Euginia Kuyda.

Replika akan melatih chatbot yang dirancang untuk meniru pola komunikasi seseorang.

Aplikasi akan menggunakan percakapan digital yang dilakukan semasa seseorang masih hidup sebagai data pelatihan.

Dengan algoritma dan pola pencocokan, semakin banyak seseorang mengobrol dengan chatbot Replika A.I., semakin banyak pula kalimat yang akan menggambarkan seseorang tersebut.

Data hasil pencocokan itu akan disimpan dalam sebuah transkrip digital dan bisa digunakan meski seseorang telah meninggal.

Dengan kata lain, kita bisa melakukan percakapan dengan teman kita yang sudah meninggal.

Percakapan yang dilakukan, meski dengan data virtual, diklaim akan mirip dengan percakapan saat teman kita masih hidup.

Tak hanya mengobrol dengan chatbot aplikasi, seseorang juga harus menyerahkan seluruh media sosial yang mereka miliki.

Melalui kecerdasan buatan yang ada, algoritma Replika A.I dapat digunakan untuk menelusuri kepribadian berdasarkan media sosial yang dimiliki seseorang.

Ilustrasi chatbot. (Edelman Digital)
Ilustrasi chatbot. (Edelman Digital)

 

Aplikasi akan merekam cuitan, email, dan informasi relevan lainnya untuk menghasilkan entitas virtual yang semirip mungkin orang aslinya.

''Teknologi ini diciptakan untuk membantu orang-orang mengatasi trauma mereka setelah kehilangan orang yang mereka cintai. Kecerdasan buatan yang sedang 'booming' akan membuatnya terbukti. Ini memang mengerikan, namun itu adalah kenyataan,'' kata Devadiga dikutip dari Digital Trends.

Penelitian mengenai transfer kesadaran melalui chatbot telah diterbitkan di Asian Journal of Convergence of Technology.

Berita Terkait