Sains

Tidak Seperti Planet Lain, Ini Penyebab Bumi Tak Punya Cincin

Apa jadinya jika Bumi punya cincin?

Agung Pratnyawan

Cincin raksasa Saturnus. (Wccftech)
Cincin raksasa Saturnus. (Wccftech)

Hitekno.com - Kalau kita lihat planet Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus punya cincin, tapi Bumi tidak? Ternyata memang ada alasannya kenapa Bumi tak punya cincin.

Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus  memiliki beberapa hal lain yang sama, yaitu banyaknya satelit alami, dan keempatnya adalah planet gas dan es yang sangat besar.

Selain itu, gravitasi keempat planet tersebut cukup besar untuk dapat menangkap asteroid yang lewat, di mana sebagian besar dari satelit-satelit alami keempat planet ini merupakan asteroid yang terjebak gravitasi lalu mengorbit keempat planet tersebut.

Tidan dan Saturnus. (Inhabitat).
Planet Saturnus dengan cincinnya. (Inhabitat).

 

Dengan massa dan gravitasi yang besar, keempat planet tersebut dapat ''merobek'' asteroid menjadi fragmen-fragmen kecil. Puing-puing asteroid tersebut akan menyebar dalam jalur datar yang melingkar sehingga bisa terbetuk sistem cincin suatu planet.

Misalnya, cincin Saturnus yang terdiri dari potongan-potongan kecil yang tak terhitung. Mereka cukup mudah terbentuk tetapi juga bersifat dinamis, di mana sisem cincin Saturnus sebenarnya tidak permanen dan kemungkinan bisa menghilang dalam beberapa ribu tahun mendatang.

Sementara itu, planet batuan seperti Bumi tidak memiliki cincin karena memiliki ukuran, massa, dan gravitasi yang kecil. Berbeda dengan Saturnus, satelit alami yang mengitari Bumi tidak akan terfragmentasi menjadi potongan-potongan kecil.

Hal tersebut disebabkan adanya suatu jarak tertentu yang akan membuat satelit alami dapat terfragmentasi dan ketika berada di luar jarak tersebut, satelit alami akan berada dalam batas aman.

Jarak yang dimaksud adalah Batas Roche (Roche Limit), yang bergantung pada diameter planet dan perbandingan kepadatan planet dengan satelit alaminya.

Planet Bumi. (NASA)
Planet Bumi tak punya cincin. (NASA)

 

Batas Roche (Roche Limit) adalah jarak kritis sebuah benda langit yang masih dapat membertahankan keberadaannya dari disintegrasi yang diakibatkan oleh gaya gravitasi dari benda langit lain dengan massa yang lebih besar.

Batas Roche ini dicetuskan oleh astronom Prancis, Edouard Roche, pada akhir tahun 1840-an.

Dilansir dari Suara.com, batas Roche untuk Bulan adalah sekitar 9.500 km dari permukaan Bumi. Sementara itu, jarak Bulan ke Bumi saat ini rata-ratanya adalah 384.000 km, sehingga bulan tidak akan terpecah.

Pada saat Bulan baru terbentuk, jaraknya sekitar 20.000 km dari Bumi, di mana jarak tersebut masih aman untuk Bulan agar tidak hancur berkeping-keping.

Namun, ada teori yang mengatakan bahwa Bulan suatu hari nanti akan menjadi puing-puing dan berpotensi membentuk cincin mengelilingi Bumi karena fase Red Giant yang tak terelakkan dari Matahari.

Tulisan mengenai Bumi tak punya cincin ini sudah dimuat di Suara.com dengan judul Mengapa Bumi Tidak Memiliki Cincin?

Berita Terkait