Deretan Hewan yang Paling Banyak Membunuh Manusia

Manusia bisa terbunuh karena virus maupun serangan langsung dari hewan di tempat terbuka.

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta
Senin, 25 Juni 2018 | 13:30 WIB
Sumber: National Geographic

Sumber: National Geographic

Hitekno.com - Sebelum manusia hidup di zaman yang serba modern ini, dahulu manusia pernah menjadi santapan atau buruan hewan-hewan buas. Makhluk yang sudah punah seperti mammoth, singa saber-toothed, dan beruang raksasa merupakan ancaman bagi manusia purba.

Setelah manusia mempunyai kemampuan yang baik dalam membuat rumah sebagai tempat berlidung (bukan di gua sebagai rumah andalan manusia purba) ancaman tersebut bisa dihilangkan.

Sumber: Twitter
Sumber: Twitter

Hari ini manusia masih belum sepenuhnya terbebas dari ancaman hewan. Manusia bisa terbunuh karena virus maupun serangan langsung dari hewan di tempat terbuka. Dilansir dari World Atlas, inilah deretan binatang yang paling banyak membunuh manusia tiap tahunnya:

Baca Juga: Edisi Spesial, Xiaomi akan Rilis Smartphone Hatsune Miku

1. Nyamuk

Sumber: Mikadago (Pixabay)
Sumber: Mikadago (Pixabay)

Hewan yang paling berbahaya bagi manusia ternyata bukan predator besar seperti yang kita bayangkan sebelumnya. Hewan ini juga tak memiliki cakar yang tajam, taring yang besar dan juga auman yang keras.

Serangga kecil yang mengeluarkan bunyi dengungan ini bertanggung jawab atas kematian manusia sebanyak 725.000 kasus kematian per tahun. Kebanyakan kita menganggap mereka tidak lebih dari gangguan di musim panas, tetapi mereka ternyata merupakan hewan paling mematikan.

Baca Juga: Setelah Akun Instagram 'Susah' yang Viral, Muncul Akun 'Goblog'

Penyakit yang ditularkan nyamuk seperti malaria, demam berdarah, penyakit West Nile, demam kuning, dan penyakit Zika menyebabkan penderitaan dan kematian yang meluas.

2. Manusia

Sumber: Twitter
Sumber: Twitter

Manusia yang tega membunuh manusia lain tanpa perasaan tak lebih dari seekor binatang. Manusia memliki akal sementara hewan tidak. Namun jika Manusia tidak menggunakan akal maka bisa dikategorikan sebagai hewan.

Baca Juga: Foto Bareng Prilly Latuconsina, Ojol Ini Bikin Kesal Netizen

Sekitar 475.000 orang meninggal setiap tahun di tangan sesama manusia. Kematian tersebut disebabkan karena konflik, perang, pembunuhan, dan aksi terorisme. Jumlah kematian manusia sebesar itu merupakan angka yang terlampau tragis.

3. Ular

Sumber: Twitter
Sumber: Twitter

Hewan yang tidak memiliki kaki ini ternyata dapat dengan cepat membunuh mangsanya, termasuk manusia. Ular menduduki peringkat ketiga sebagai hewan paling berbahaya di dunia. Ular membunuh sedikitnya 50.000 orang tiap tahunnya. Gigitan fatal oleh ular berbisa sering kali tidak dilaporkan sehingga angka 50.000 tadi bisa saja bertambah. Pejabat kesehatan masyarakat sering mengabaikan potensi ancaman ini.

Baca Juga: Bocoran Meizu 16, Lebih tipis dari iPhone X

4. Anjing

Sumber: Twitter
Sumber: Twitter

Banyak yang mengira anjing adalah sahabat terbaik manusia. Mereka akan berpikir ulang jika melihat angka ini. Anjing membunuh 25.000 orang setiap tahun. Kematian ini bukan karena pencuri yang digigit oleh anjing peliharaan rumah tangga namun kebanyakan disebabkan dari anjing liar. Anjing liar yang tersesat dan terinfeksi rabies dapat menyerang orang dan menyebarkan kematian.

5. Lalat Tsetse

Sumber: Twitter
Sumber: Twitter

Tiga hewan ini memang berukuran kecil namun mereka telah membunuh puluhan ribu manusia setiap tahunnya. Lalat tsetse tersebar di seluruh Afrika dan membawa parasit yang mematikan. Lalat ini bertanggung jawab atas penyakit tidur yang menyebabkan 10.000 kasus kematian yang dilaporkan setiap tahun.

Berita Terkait
TERKINI

Melalui Yandex Cloud, Yandex Weather, dan Yandex School of Data Analytics (YSDA) berkolaborasi untuk mengintegrasikan ke...

sains | 12:33 WIB

Apa saja fitur canggih yang ada di CBR 150? Simak rinciannya di bawah ini....

sains | 12:12 WIB

Pertamina Foundation bersama Fakultas Kehutanan UGM telah melakukan kerja sama rehabilitasi hutan "Hutan Pertamina UGM"...

sains | 14:04 WIB

Dengan memanfaatkan algoritma AI, perusahaan ini berhasil membuka jalan bagi pengembangan obat terobosan potensial....

sains | 16:10 WIB

Objek ini punya suhu jauh lebih tinggi daripada matahari walaupun tak begitu terang. Objek apa gerangan?...

sains | 16:22 WIB

Pusat Studi Objek Dekat Bumi NASA (CNEOS) telah mencatat lebih dari 32.000 asteroid yang berada dekat dengan Bumi....

sains | 15:44 WIB

Kontribusi Goodenough merevolusi bidang teknologi membuat namanya layak dikenang sebagai sosok penting....

sains | 13:54 WIB

Jika tidak ada yang dilakukan, tingkat diabetes akan terus meningkat di setiap negara selama 30 tahun ke depan....

sains | 18:50 WIB

Vladimir Putin, pertama kali mengumumkan pengembangan drone Poseidon dalam pidato kepada parlemen Rusia 2018 lalu....

sains | 18:26 WIB

Berikut adalah sederet mitos tentang daging kambing yang banyak dipercaya masyarakat. Benarkah?...

sains | 10:19 WIB

Apakah kalian tahu apa perbedaan antara pandemi dan endemi? Simak penjelasannya di sini....

sains | 20:20 WIB

Prosedur bariatrik ramai disorot setelah beberapa seleb Indonesia diketahui menjalani tindakan medis ini....

sains | 17:01 WIB

Begini akal-akalan Toyota untuk memikat orang agar tertarik dengan mobil listrik. Seperti apa?...

sains | 10:25 WIB

SATRIA adalah satelit yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan digital di Indonesia....

sains | 15:42 WIB

Satelit Satria-1 milik Indonesia akhirnya berhasil diluncurkan, diklaim sebagai terbesar di Asia....

sains | 15:59 WIB

Simak penjelasan apa itu El Nino lengkap dan dampak hingga potensi bahayanya bagi Indonesia....

sains | 15:48 WIB

Sering berlama-lama di depan monitor atau ponsel? Leher terasa kaku bahkan cenderung nyeri?...

sains | 16:38 WIB

Apa saja tanda-tanda rabies pada anjing? Awas jangan sampai terkena gigitanya, ya! Bisa fatal!...

sains | 13:09 WIB
Tampilkan lebih banyak