Internet

Yahoo Putuskan Cabut dari China, Ini Alasannya

Sebelum Yahoo, LinkedIn lebih dulu hengkang dari China.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi pengguna Yahoo. (Pixabay)
Ilustrasi pengguna Yahoo. (Pixabay)

Hitekno.com - Yahoo akhirnya memutuskan untuk menghentikan layanannya di China yang dimulai sejak 1 November 2021.

Keputusan Yahoo ini diambil karena ekosistem bisnis dan hukum di China dinilai membuat perusahaan ini sulit untuk beroperasi.

"Dengan lingkungan bisnis dan hukum yang semakin menantang di China, berbagai layanan Yahoo tidak lagi bisa diakses di China mulai 1 November," kata Yahoo, dikutip HiTekno.com dari CNBC, Kamis (4/11/2021).

Akan tetapi, Yahoo memastikan tetap berkomitmen pada hak-hak pengguna mereka dan juga kebebasan internet yang terbuka.

"Kami berterima kasih kepada pengguna kami atas dukungan mereka," tambahnya dalam pengumuman.

Pemutusan layanan Yahoo China ini muncul jelang penerapan Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi atau Personal Information Protection Law (PIPL) China.

Aturan ini membatasi informasi yang dikumpulkan oleh perusahaan dan menetapkan standar bagaimana data itu disimpan.

Logo Yahoo. [Yahoo]
Logo Yahoo. [Yahoo]

PIPL ini juga menetapkan bahwa perusahaan mesti menyerahkan data apabila diminta pihak berwenang.

Hal ini dinilai menyulitkan perusahaan-perusahaan Barat yang beroperasi di China.

Pada 2007 lalu, Yahoo sempat dihujat anggota parlemen Amerika Serikat lantaran menyerahkan data dua pembangkang China ke pemerintah. Pada akhirnya, dua orang itu mendekam di penjara.

Yahoo juga sebenarnya pernah mengoperasikan layanan musik dan email di sana. Namun platform tersebut akhirnya dihapus pada awal 2010.

Kemudian pada 2015, Yahoo China resmi menutup kantor operasionalnya di Beijing.

Hal ini dikarenakan pemerintah China sudah memblokir beberapa layanan Yahoo.

Selain Yahoo, China juga sudah memblokir beberapa produk teknologi raksasa lain seperti Facebook dan Google.

Pengguna China masih bisa mengakses dua layanan ini lewat virtual private network (VPN).

Keputusan Yahoo ini menjadi yang kedua setelah sebelumnya dilakukan Microsoft.

Bulan lalu, LinkedIn sebagai platform buatan Microsoft juga memutuskan untuk hengkang dari China.

Itulah keputusan Yahoo untuk hengkang dari China menyusul LinkedIn yang lebih dulu. (Suara.com/ Dicky Prastya).

Berita Terkait