Gadget

Update Baru Disebut Bisa Sadap HP Kamu, Ini Jawaban WhatsApp

Fitur baru apa yang dianggap berbahaya?

Agung Pratnyawan

Ilustrasi WhatsApp. (Unsplash/Mika Baumeister)
Ilustrasi WhatsApp. (Unsplash/Mika Baumeister)

Hitekno.com - Update WhatsApp terbaru disebut-sebut punya kemampuan untuk mengintai aktivitas pengguna. Beberapa ahli keamanan pun memperingatkan potensi bisa sadap HP kamu.

Dilaporkan kalau WhatsApp meluncurkan fitur Panggilan Bergabung belum lama ini. Update fitur tersebut yang menjadi perhatian para ahli keamanan.

Karena fitur yang memungkinkan pengguna bergabung dengan panggilan setelah dimulai ini berpotensi bisa sadap HP pengguna.

Tapi ada beberapa kekhawatiran bahwa hal itu dapat menyebabkan penyadapan, meskipun WhatsApp dengan tegas menyangkalnya.

"Dari sudut pandang keamanan, dapat bergabung dengan panggilan yang sedang berlangsung meningkatkan risiko penyadapan," ujar Victor Chebyshev, Lead Security Researcher di Kaspersky.

"Intinya, jika penyerang ada di grup WhatsApp, tidak akan sulit bagi mereka untuk terhubung ke panggilan," terangnya dilansir laman The Sun, Kamis (22/7/2021).

"Yang harus mereka lakukan adalah menunggu sampai sebagian besar peserta sudah mulai dan kemudian berharap mereka dapat bergabung tanpa diketahui," kata dia.

"Penyerang juga tidak perlu duduk dan menunggu panggilan dimulai, karena mereka terhubung kapan saja". lanjutnya.

"Namun perlu dicatat bahwa anggota grup - terutama administrator - dapat melacak peserta dan memastikan bahwa orang luar tidak bergabung," jelas Victor Chebyshev,

Fitur baru diumumkan awal minggu ini dan perubahan akan terjadi pada bagian "Panggilan" di WhatsApp kamu.

Ilustrasi WhatsApp. (Pixabay/antonbe)
Ilustrasi WhatsApp. (Pixabay/antonbe)

Kamu akan mendapatkan pemberitahuan tentang panggilan grup yang mengundang dan jika itu masih berlangsung saat masuk ke aplikasi, kamu dapat mengklik "Gabung".

Kamu juga akan memiliki opsi untuk "Abaikan" dan memeriksa siapa yang menelepon sebelum bergabung.

Panggilan yang dapat digabungkan masih akan dienkripsi ujung-ke-ujung dan tampaknya penyerang harus memiliki kendali atas akun WhatsApp, yang sudah ada dalam obrolan grup jika mereka ingin menguping.

"Aplikasi messenger itu sendiri menjamin privasi pertukaran data dalam grup melalui penggunaan enkripsi ujung ke ujung," kata Victor Chebyshev.

"Dengan demikian, baik aplikasi itu sendiri, maupun orang-orang yang mencoba mengatur serangan man-in-the-middle, tidak akan dapat mencegat korespondensi atau panggilan grup, termasuk panggilan grup." lanjutnya.

"Sampai saat ini, sebagian besar perangkat lunak berbahaya berfokus pada penyadapan pesan WhatsApp dan dialog online, dan kami belum menemukan penyadapan panggilan, apalagi panggilan grup."

"Namun demikian, jika perangkat terinfeksi, kemungkinan besar Trojan akan memiliki kemampuan untuk merekam mikrofon dan kamera perangkat - memungkinkan penyerang untuk menguping percakapan apa pun, terlepas dari saluran komunikasi yang digunakan, baik itu instant messenger atau panggilan biasa di ponsel." imbuhnya.

Kamu mungkin perlu update WhatsApp untuk melihatnya.

Jawaban WhatsApp 

Melalui juru bicaranya, WhatsApp membatah potensi sadap HP karena adanya update fitur tersebut.

"Teori ini sebenarnya tidak memiliki dasar. Ini didasarkan pada kesalahpahaman mendasar tentang cara kerja panggilan di WhatsApp," jelas juru bicara WhatsApp.

"Untuk melindungi privasi pengguna kami, kamu tidak dapat bergabung dengan panggilan kecuali telah diundang, dan semua peserta panggilan dapat dilihat oleh semua orang dalam panggilan tersebut." lanjutnya

Itulah jawaban WhatsApp pada klaim yang menyebutkan kalau update baru memungkinkan untuk sadap HP pengguna. (Suara.com/ Dythia Novianty).

Berita Terkait