Gadget

Pengguna iPhone Waspada, Celah Apple AirDrop Bisa Bocorkan Email dan Nomor

Temuan celah keamanan ini bisa bocorkan data pengguna ke orang tidak bertanggung jawab.

Agung Pratnyawan

Apple AirDrop di iPhone. (Apple)
Apple AirDrop di iPhone. (Apple)

Hitekno.com - Apple AirDrop menjadi fitur file transfer yang digemari para pengguna produk perusahaa tersebut. Namun siapa sangka, belum lama ini ditemukan celah keamanan yang cukup berisiko membocorkan data pengguna.

Menurut laporan, muncul klaim yang menemukan kemungkinan orang tak diharapkan bisa mendapatkan nomor telepon dan alamat email pengguna dari AppleAirDrop.

Temuan ini pertama kali ditemukan peneliti di Technische Universitat Darmstadt, Jerman. Menurut laporan, temuan ini sudah ditemukan sejak Mei 2019.

Dilaporkan 9to5mac, Minggu (25/4/2021), peneliti juga sudah melaporkan ke perusahaan ketika celah keamanan tersebut muncul. Sayang Apple masih belum memberikan perbaikan untuk 1,5 miliar perangkat yang terpengaruh.

Saat pertama kali dilaporkan, masalah yang diungkap hanya melibatkan sebagian nomor telepon yang terungkap dan database yang diperlukan untuk mengisi kekosongan.

Kini laporan terbaru menyatakan bahwa celah dapat menampilkan data lengkap setiap kali membuka share sheet, apapun jenis file yang dipilih pengguna.

Menurut peneliti, celah kerentanan ini adalah gabungan dari dua masalah. Pertama, opsi 'contacts only' di AirDrop yang ditawarkan Apple ternyata membutuhkan data pribadi secara diam-diam dari semua perangkat yang ada di jangkauan.

Ilustrasi iPhone. (unsplash/Bagus Hernawan)
Ilustrasi iPhone. (unsplash/Bagus Hernawan)

 

"AirDrop hanya menampilkan perangkat penerima dari kontak pengguna secara default. Untuk menentukan apakah pihak lain adalah kontak, AirDrop menggunakan otentikasi mutual yang membandingkan nomor telepon dan alamat email pengguna dengan entri di buku kontak pengguna lain," katanya.

Masalah kedua, Apple masih menggunakan mekanisme hashing yang dinilai lemah. Hash ini berfungsi untuk 'mengaburkan' nomor telepon dan alamat email yang dipertukarkan selama proses penemuan.

Sayangnya, hashing ini justru gagal memberikan penemuan kontak yang menjaga privasi karena apa yang disebut nilai hash dapat dengan cepat dibalik menggunakan teknik sederhana seperti serangan brute force.

Untuk mengatasinya, peneliti juga telah memberikan solusi yang dijuluki PrivateDrop. Namun Apple masih belum juga memperbaiki layanan tersebut.

Itulah laporan penemuan celah keamanan pada Apple AirDrop yang diklaim bisa membocorkan data pengguna, dari alamat email hingga nomor telepon. (Suara.com/ Dicky Prastya).

Berita Terkait