Elon Musk Menuding Microsoft Memakai Data Twitter untuk Melatih AI secara Ilegal

Elon pun bakal pasang kuda-kuda untuk mengajukan gugatan pada Microsoft terkait pengembangan AI.

Cesar Uji Tawakal

Posted: Kamis, 20 April 2023 | 21:45 WIB
Elon Musk. (YouTube/ TED)

Elon Musk. (YouTube/ TED)

Hitekno.com - Pengusaha ternama asal Amerika Serikat (AS), Elon Musk, melalui akun Twitternya pada hari Rabu (20/4), mengeluarkan pernyataan bahwa Microsoft Corporation telah melatih algoritma kecerdasan buatan (AI) secara ilegal menggunakan data pengguna Twitter.

Tweet tersebut membuat heboh pengguna media sosial dan menyerukan tindakan hukum.

"Mereka [Microsoft] melatih [AI] secara ilegal menggunakan data Twitter. Waktunya menggugat," cuit Musk melalui akun Twitter-nya, seperti dilansir dari Sputnik News.

Baca Juga: Hyundai Siap Luncurkan Kendaraan Penjelajah Bulan di 2027

Sebelumnya, pada bulan Januari 2023, Microsoft mengumumkan rencana untuk mengintegrasikan AI, khususnya ChatGPT berbasis suara ke dalam layanan mereka seperti Word dan Excel.

Selain itu, Microsoft juga mengumumkan investasi miliaran dolar di perusahaan OpenAI, pencipta ChatGPT.

OpenAI ChatGPT Model Bahasa diluncurkan pada akhir November 2022, dengan kemampuan meniru percakapan manusia dan menghasilkan teks unik berdasarkan petunjuk pengguna.

Baca Juga: Realme 11 Pro Plus akan Hadir dengan Mode Pemotretan Bulan?

Ilustrasi AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan. (Pixabay/ Geralt)
Ilustrasi AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan. (Pixabay/ Geralt)

Model ini mendapat respon yang beragam, beberapa memuji aplikasi profesionalnya seperti pengembangan kode, sementara lainnya mengkritik potensi penyalahgunaannya seperti siswa yang memanfaatkannya untuk menulis esai.

Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari Microsoft terkait pernyataan Musk, namun kemungkinan besar perusahaan tersebut akan memberikan klarifikasi terkait pernyataan tersebut.

Perlu diketahui bahwa pelatihan AI dengan data pengguna tanpa persetujuan dianggap melanggar privasi dan dapat menimbulkan konsekuensi hukum yang serius.

Baca Juga: Microsoft Tertarik untuk Sematkan CPU Berbasis ARM di Surface Series

Dalam beberapa kasus, perusahaan teknologi telah dikenai denda atas pelanggaran privasi yang dilakukan.

Oleh karena itu, penting bagi perusahaan teknologi untuk mematuhi aturan dan peraturan yang berlaku dalam pengembangan teknologi AI.

Berita Terkait
Berita Terkini

Melalui RUPS, Arkadia Digital Media melaporkan peningkatan pendapatan hingga 40 persen selama 2023....

internet | 11:18 WIB

pentingnya memahami tentang bahaya yang mengancam pusat data dan bagaimana penanggulangannya....

internet | 11:34 WIB

Ingin mencoba trading kripto? Berikut adalah 5 opsi crypto wallet yang layak dicoba....

internet | 16:37 WIB

Apa saja yang baru dalam update WhatsApp ini?...

internet | 10:10 WIB

Rencana Transaksi ini masih dalam tahap evaluasi awal, di mana Axiata dan Sinar Mas memiliki tujuan untuk tetap menjadi ...

internet | 10:12 WIB