Sains

5 Alat Siksa Mengerikan Zaman Dulu yang Sebaiknya Tak Digunalan Lagi

Sangat menyakitkan, namun tidak langsung mati. Simak apa saja alat siksa mengerikan ini.

Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia

Iron Maiden. (Gizmodo)
Iron Maiden. (Gizmodo)

Hitekno.com - Ada banyak alat siksa yang dulu digunakan saat hukum tertata seperti sekarang kini. Terutama di zaman kuno ada berbagai cara digunakan untuk menjatuhkan hukuman, termasuk penggunaan alat siksa mengerikan dan mematikan.

Di masa dulu, manusia memberikan hukuman dengan cara-cara tak biasa. Bahkan beberapa bisa disebut sebagai penyiksaan yang brutal dan mengerikan. Hukuman yang diberikan salah satunya dengan menggunakan alat siksa.

Hukuman penjara bertahun-tahun, masih dianggap terlalu baik untuk para pelaku kejahatan jika dibandingkan dengan hukuman dengan menggunakan alat siksa ini.

Rasa sakit yang dihasilkan dari siksaan dengan menggunakan alat khusus ini membuat siapa saja pasti ingin menyerah dan mati seketika dari pada harus merasakan siksaannya.

Alat siksa mengerikan tidak hanya digunakan untuk membunuh di masa silam, ada beberapa yang digunakan untuk hal lain. Seperti memaksa orang berterus terang, atau penyiksaan untuk mengkorek informasi.

Beruntung cara-cara kejam masa lalu ini tidak lagi digunakan secara umum. Dan beberapa alat siksa mengerikan dari zaman kuno ini telah menjadi barang koleksi museum.

Untuk sedikit kembali ke masa lalu, berikut tim HiTekno rangkum deretan alat siksa mengerikan yang digunakan zaman kuno.

1. Iron Maiden

Iron Maiden. (Wikipedia/epbechthold)
Iron Maiden. (Wikipedia/epbechthold)

Alat siksa satu ini begitu sangat terkenal dan cukup menyiksa untuk siapa saja yang harus merasakannya. Iron Maiden berbentuk peti mati dengan berbagai duri di dalamnya.

Ketika ada orang yang masuk ke dalam peti Iron Maiden ini, duri-duri mengerikan ini akan langsung menusuknya hingga akhirnya mati secara perlahan-lahan karena kehabisan darah.

2. Pear of Anguish

Pear of Anguish. (Wikipedia/Lestat)
Pear of Anguish. (Wikipedia/Lestat)

Pear of Anguish merupakan alat siksa mengerikan yang digunakan untuk menghukum seseorang tergantung dengan kesalahan apa yang dilakukan.

Jika pelaku berbohong, alat ini akan dimasukkan ke dalam mulut. Jika berzinah atau melakukan pemerkosaan, Pear of Anguish akan dimasukkan ke dalam anus atau vagina.

Menggunakan alat siksa Pear of Anguish ini untuk menyiksa seseorang dapat mengakibatkan kerusakan organ yang cukup parah.

3. Knee Splitter

Knee Splitter. (Wikipedia/Elder Scrolls)
Knee Splitter. (Wikipedia/Elder Scrolls)

Knee Splitter ini digunakan sebagai alat bantu dalam penyelidikan. Tersangka sebuah kasus akan dipaksa mengaku dengan menggunakan knee splitter.

Biasanya pelaku akan mengaku bersamaan dengan saat lututnya dipasangkan knee splitter. Duri-duri tajam pada alat ini akan perlahan-lahan menekan dan menusuk lutut untuk kemudian menimbulkan rasa sakit yang sangat menyiksa.

Bisa bayangkan rasa sakitnya saat menggunakan alat siksa mengerikan zaman kuno ini?

4. Brazen Bull

Brazen Bull. (Wikipedia)
Brazen Bull. (Wikipedia)

Brazen Bull merupakan alat siksa dari zaman kuno yang diciptakan oleh orang Mesir bernama Perillus. Alat ini terbuat dari perunggu dan dibentuk menyerupai banteng.

Biasanya orang yang bersalah akan dipotong lidahnya dan tangannya diikat untuk kemudian dimasukkan ke dalam Brazen Bull.

Di bagian bawah alat Brazen Bull ini akan dinyalakan api yang cukup panas dan besar untuk memanggang habis si pendosa.

5. Judas Chair

Judas Chair. (Wikipedia)
Judas Chair. (Wikipedia)

Sangat menyiksa, Judas Chair siap memberikan rasa seperti sedang berada di neraka bagi siapa saja korbannya.

Biasanya, tangan si tersangka akan diikat ke tubuh dan kakinya diikat lurus. Ia lalu akan dipaksa duduk di atas kursi ini. Lubang anus atau vaginanya akan ditusuk oleh bagian runcing dari kursi piramida ini.

Semakin kaki si tersangka ditarik, maka semakin masuk pula piramida tersebut ke dalam lubang anus dan vagina.

Itu tadi deretan alat siksa mengerikan yang digunakan oleh manusia di zaman kuno. Beruntunglah jika sistem hukum sekarang ini sudah cukup jelas sehingga metode penyiksaan seperti ini tidak lagi terjadi.

Berita Terkait