Sains

Bukan Mitos, Tongkat Berbentuk Ular Jadi Bukti Adanya Dukun di Masa Lalu?

Tongkat berbentuk ular ini memiliki panjang 21 inci atau 53 cm dengan tebal satu inci.

Amelia Prisilia

Tongkat berbentuk ular. (Antiquity Publications Ltd)
Tongkat berbentuk ular. (Antiquity Publications Ltd)

Hitekno.com - Arkeolog belum lama ini berhasil menemukan sebuah tongkat kayu yang diukir berbentuk ular. Diduga kuat, tongkat ini digunakan oleh seorang dukun untuk hal-hal mistis di masa lalu.

Berdasakran penelitian, tongkat berbentuk ular ini kemungkinan telah beruisa 4.400 tahun. Para arkeolog berhasil menemukan tongkat ini di sebuah danau yang berada di barat daya Finlandia.

Dilansir dari GSM Arena, penemuan tongkat berbentuk ular ini cukup membuat para arkeolog melongo. Pasalnya, penemuan ini adalah hal baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Dalam jurnal Antiquity yang diterbitkan pada 29 Juni lalu, tongkat berbentuk ular ini memiliki panjang 21 inci atau 53 cm dengan tebal satu inci. Sangat naturalistik, arkeolog menduga jika ukiran ini adalah ular rumput, Natrix Natrix atau Vipera Berus.

Peneliti lainnya menduga jika ukiran ini adalah ular beludak karena memiliki tubuh yang pendek dan ekor yang membuatnya mirip dengan jenis ular tersebut. Melihat sejarahnya, ular beludak kerap kali dikaitkan dengan agama dan sihir.

Tongkat berbentuk ular. (Antiquity Publications Ltd)
Tongkat berbentuk ular. (Antiquity Publications Ltd)

Tidak diketahui dengan pasti mengenai kegunaan tongkat berbentuk ular ini. Namun, para arkeolog menduga jika tongkat ini mungkin saja digunakan sebagai hiasan atau tongkat yang digunakan dukun untuk praktiknya.

Hasil penelitian menunjukan bahwa tongkat berbentuk ular ini kemungkinan berasal dari 4.400 tahun yang lalu. Temuan ini menunjukan bahwa orang-orang Neolitik rupanya memiliki kepedulian besar pada dunia yang selama ini cukup tidak dipercaya.

Masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa penemuan tongkat berbentuk ular ini digunakan oleh para dukun di masa lalu. Hingga kini, para arkeolog terus melakukan penelitiannya untuk mengungkap fakta sebenar-benarnya.

Berita Terkait