Sains

Temukan Nenek Moyang Manusia, Bentuk Wajah Aneh Bikin Arkeolog Bingung

Para ilmuwan mengkategorikan fosil ini sebagai bagian dari nenek moyang manusia yang sebelumnya belum diketahui oleh penelitian manapun.

Amelia Prisilia

Ilustrasi arkeolog. (Shutterstock)
Ilustrasi arkeolog. (Shutterstock)

Hitekno.com - Arkeolog belum lama ini menemukan nenek moyang manusia di Israel. Uniknya, struktur wajah manusia purba ini justru membuat arkeolog kebingungan usai pertama kali menemukannya.

Fosil mengenai nenek moyang manusia ini baru digali oleh para arkeolog pada tahun 2010 di dekat kota Ramla, Israel tengah. Perlu menggali hingga 26 kaki atau sekitar 8 meter untuk menemukan fosil ini.

Dilansir dari Live Science, penelitian lalu dilakukan, namun hasil penelitian baru bisa ditemukan pada tahun 2021 ini. Para ilmuwan perlu melakukan konstruksi wajah untuk kemudian dapat meneliti penemuan berharga ini.

Berdasarkan penelitian, para ilmuwan mengkategorikan fosil ini sebagai bagian dari nenek moyang manusia yang sebelumnya belum diketahui oleh penelitian manapun.

Penelitian untuk bagian tulang fosil ini membuat para arkeolog mengkategorikannya sebagai Nesher Ramla yang merupakan tipe homo baru.

Ilustrasi fosil Homo Erectus. (Shutterstock)
Ilustrasi fosil. (Shutterstock)

Hasil penelitian ini lalu mengungkap jika fosil tersebt kemungkinan telah berusia sekitar 120.000 hingga 140.000 tahun. Secara struktur, tulang fosil ini nampak mirip dengan Neanderthal, terutam pada bagian gigi dan rahang.

Namun, tengkorak penemuan ini justru memiliki kemiripan dengan garis keturunan manusia yang jauh lebih kuno. Fosil ini nampak tidak memiliki dagu dan mempunyai gigi yang sangat besar.

Melihat sejarahnya, para arkeolog menyebut jika sosok nenek moyang manusia ini hidup berdampingan di Timur Tengah selama lebih dari 100.000 tahun antara sekitar 100.000 dan 200.000 tahun yang lalu.

Ilustrasi fosil tengkorak. (Pixabay/ shauking)
Ilustrasi fosil. (Pixabay/ shauking)

Karena penemuan ini, para ilmuwan berspekulasi bahwa fosil tersebut adalah nenek moyang manusia yang jauh lebih tua jika dibandingkan dengan Neanderthal.

Lebih lanjut, penelitian mengenai nenek moyang manusia ini terus dilakukan oleh para arkeolog untuk lebih memahami hal ini di masa mendatang berdasarkan DNA yang dimiliki.

Berita Terkait