Sains

Terlalu Menyiksa, Model Sepatu Orang Kaya Abad ke-14 Bikin Arkeolog Heran

Karena mengikuti fashion ini, masyarakat Inggris di abad ke-14 sampai abad ke-15 ini justru mengalami penyakit yang membuatnya menderita.

Amelia Prisilia

Model sepatu orang kaya abad ke-14. (Jenna Detmar)
Model sepatu orang kaya abad ke-14. (Jenna Detmar)

Hitekno.com - Para arkeolog belum lama ini dibuat heran usai meneliti 177 kerangka dari kuburan yang berada di sekitar Kota Cambridge. Dalam penelitiannya, arkeolog menemukan model sepatu orang kaya di Inggris pada abad ke-14 lalu yang justru begitu menyiksa di kaki.

Hasil penelitian mengenai model sepatu orang kaya ini lalu dipublikasikan di International Journal of Paleopathology beberapa waktu yang lalu.

Dilansir dari Live Science, arkeolog menyebut bahwa pada abad ke-14 dan abad ke-15, gaya atau fashion masyarakat Inggris pada saat itu mengalami perubahan yang signifikan.

Sebelumnya, sepatu yang berbentuk bundar lalu berubah fungsi menjadi sepatu dengan ujung runcing yang panjang dan elegan. Pada masanya, sepatu ini disebut poulaine.

Soal harga, sepatu-sepatu ini diduga dijual dengan harga yang fantastis sehingga hanya mampu dipinang oleh kelompok orang kaya yang begitu mengikuti fashion yang ada.

Model sepatu orang kaya abad ke-14. (Cambridge Archaelogical Unit)
Model sepatu orang kaya abad ke-14. (Cambridge Archaelogical Unit)

Sayangnya, karena mengikuti fashion ini, masyarakat Inggris di abad ke-14 sampai abad ke-15 ini justru mengalami penyakit yang membuatnya menderita.

Sebagian besar kerangka menunjukan bahwa si pengguna sepatu menderita hallux valgus atau bunion. Bunion sendiri merupakan kelainan pada sendi pangkal jempol kaki yang lalu menyebabkan benjolan.

Uniknya, untuk masyarakat Inggris di masa tersebut yang tidak memiliki cukup uang untuk membeli sepatu ini justru memiliki struktur kaki yang jauh lebih sehat dan tidak terkena penyakit bunion.

Penemuan para arkeolog mengenai model sepatu orang kaya abad ke-14 dan abad ke-15 ini menjadi hal baru dan mengungkap kebiasaan masyarakat Inggris untuk mengikuti tren fashion yang ada di masa tersebut.

Berita Terkait