Sains

Gandeng GSK, Nvidia Gunakan Teknologi AI untuk Penelitian Obat dan Vaksin

Nvidia tengah mendorong perkembangan teknologi AI ke berbagai bidang, termasuk kesehatan.

Agung Pratnyawan

Logo Nvidia. (Nvidia)
Logo Nvidia. (Nvidia)

Hitekno.com - Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Nvidia Corporation mengumumkan kolaborasinya dengan perusahaan perawatan kesehatan global, GSK untuk menggunakan kecerdasan buatan atau  artificial intelligence (AI).

Yang nantinya akan memakai teknologi AI dari Nvidia untuk membantu dalam proses penelitian dan penemuan obat hingga vaksin.

Mengingat, perusahaan teknologi asa AS ini sedang fokus dalam pengembangan teknologi AI diberbagai bidang. Bahkan dalam dunia kesehatan.

Menurut Nvidia, GSK baru-baru ini mendirikan pusat AI baru berbasis di London, akan memanfaatkan data genetik dan genom GSK, untuk meningkatkan proses perancangan serta pengembangan obat dan vaksin transformasional.

Sebagaimana melansir laman Xinhua, Rabu (7/10/2020), pusat GSK akan memanfaatkan data biomedis, metode AI, dan platform komputasi canggih untuk membuka data genetik dan klinis.

Logo Nvidia. [dok. Nvidia]
Logo Nvidia. [dok. Nvidia]

 

Pusat AI GSK, setelah beroperasi penuh, akan menjadi rumah bagi tim AI yang berbasis di Inggris, termasuk GSK AI Fellows, sebuah program pelatihan profesional baru dan kini ilmuwan dari Nvidia, sebut perusahaan itu.

GSK akan memiliki akses ke Cambridge-1 milik Nvidia, superkomputer AI paling kuat di Inggris, yang juga diumumkan oleh Nvidia pada Senin (5/10/2020).

"Mengingat begitu besarnya ukuran himpunan data yang kami gunakan untuk penemuan obat, kami harus mendorong batasan perangkat keras dan mengembangkan perangkat lunak pembelajaran mesin baru," ujar Kim Branson, Wakil Presiden Senior di GSK.

"Bersama-sama, GSK dan Nvidia akan membantu mendorong batasan dari apa yang dapat dilakukan AI dan menempatkan sumber data yang luas untuk bekerja guna memajukan penemuan obat dan vaksin baru," imbuh Kimberly Powell, Wakil Presiden Perawatan Kesehatan di Nvidia.

Akankah teknologi AI dari Nvidia ini dapat mendorong penemuan obat dan vaksin nantinya? (Suara.com/ Dythia Novianty).

Berita Terkait