Ditolak RS, Satu Keluarga Terinfeksi Virus Corona Meninggal di Rumah

Virus corona menyisakan kisah pilu warga China yang berjuang menghadapinya.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta
Kamis, 20 Februari 2020 | 14:47 WIB
Ilustrasi virus corona. (Shutterstock)

Ilustrasi virus corona. (Shutterstock)

Hitekno.com - Virus corona (Covid-19) yang masih mewabah di China menyisakan beberapa cerita tragis mengenai pasien yang berjuang melawan virus tersebut. Empat orang yang masih satu anggota keluarga ini harus meninggal setelah menjalani "karantina rumah" sesuai kebijakan pihak berwenang di Hubei, China.

Virus corona yang menginfeksi lebih dari 70 ribu orang di China, terutama di Provinsi Hubei, membuat rumah sakit di daerah itu kehabisan stok tempat tidur untuk pasien.

Baca Juga: - Jajanan di Pinggir Jalan Diobok-obok Pakai Tangan, Netizen: Corona Minder - Wow! Begini Wujud Virus Corona Jika Dilhat dari Mikroskop - Pejabat Korea Utara Ditembak Mati karena Kabur dari Karantina Virus Corona - Terisolasi karena Corona, Warga China Rayakan Valentine Pakai Aplikasi Ini

Menurut laporan dari Strait Times yang bersumber pada media China Caixin Global, seorang sutradara terkenal di Hubei Film Studios telah meninggal pada tanggal 14 Februari 2020.

Kabar kematiannya membuat pilu kerabat dan temannya di London yang menerima surat terakhir kondisi keluarga sutradara bernama Chang Kai tersebut.

Chang Kai meninggal di umur 55 tahun karena pneumonia yang dikarenakan terinfeksi virus corona.

Data korban virus corona per tanggal 20 Februari 2020. (JHU CSSE)
Data korban virus corona per tanggal 20 Februari 2020. (JHU CSSE)

Ayah, ibu, dan kakak perempuannya juga meninggal karena penyakit yang sama pada periode antara tanggal 28 Januari hingga 14 Februari 2020.

Kisah kematian mereka semakin membuat jelas bagaimana pihak berwenang di Hubei yang telah kurang tepat dalam memberlakukan aturan "karantina rumah".

Dikutip dari World of Buzz, ayah dari Chang Kai melaporkan gejala awal pada 25 Januari 2020.

Chang membawa sang ayah ke beberapa rumah sakit di Wuhan tetapi ditolak karena kekurangan tempat tidur.

Kondisi salah satu rumah sakit di Wuhan yang penuh dengan kerumunan orang. (SCMP)
Kondisi salah satu rumah sakit di Wuhan yang penuh dengan kerumunan orang. (SCMP)

Tiga hari kemudian, sang ayah meninggal saat dikarantina di dalam rumah.

Tak lama setelah itu, sang ibu juga tertular penyakit sama dan meninggal pada 2 Februari 2020.

Pada 14 Februari 2020, Chang meninggal hanya beberapa jam setelah virus tersebut merenggut nyawa kakak perempuannya.

Saat ini, istri Chang yang juga terinfeksi virus corona dalam kondisi kritis.

Tidak efektifnya "karantina rumah" membuat pihak berwenang di Hubei, China sudah mengakhiri kebijakan ini.

Wujud virus corona. (credit: NIAID-RML)
Wujud virus corona. (credit: NIAID-RML)

Padahal saat itu, ahli epidemiologi China bernama Zhong Nanshan sudah angkat bicara bahwa kebijakan "karantina rumah" sangat berbahaya.

"Sangat berbahaya bagi rumah sakit dengan tempat yang tidak memadai mengirim orang yang didiagnosis dengan virus atau masih terduga ke rumah masing-masing," kata Nanshan.

Profesor Chen Bo dari Huazhong University of Science and Technology juga menjelaskan bahwa kebijakan "karantina rumah" sangat berisiko tinggi.

"Karantina rumah dapat memicu kelompok infeksi lintas rumah tangga dan lintas komunitas. Itu menyebabkan lebih banyak kematian dengan membiarkan infeksi serius berkembang tanpa pengobatan," kata Chen Bo.

Kini kebijakan karantina rumah digantikan oleh pihak berwenang di Hubei dengan memilah pasien ke dalam ruangan khusus yang terdiri dalam kasus yang dikonfirmasi (virus corona), orang yang menderita demam, dan orang dengan kontak khusus kepada pasien virus corona tapi belum menunjukkan gejala.

Berita Terkait

TERKINI

BMKG sering menampilkan skala MMI pada peringatan saat gempa terjadi.
sains | 18:27 WIB
Ada tujuh fasilitas nuklir di Cianjur yang dipastikan dalam kondisi aman saat ini.
sains | 11:13 WIB
Traktor tersebut dapat mengumpulkan dan menganalisis data tanaman setiap hari dan dapat memproses data dari alat saat ini dan generasi berikutnya yang dilengkapi dengan sensor dan pencitraan
sains | 21:01 WIB
Fosil ini diduga merupakan spesies lain yang berhubungan dengan Tyrannosaurus rex.
sains | 20:36 WIB
Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat sedang merancang sistem peringatan dini serangan, tapi bukan untuk mewaspadai alien. Lantas siapa yang diwaspadai?
sains | 20:26 WIB
Banyak hujan meteor yang akan meramaikan Desember 2022, juga ada beberapa fenomena langit lainnya.
sains | 09:47 WIB
Ilmuwan temukan cara untuk memprediksi stroke dan serangan jantung, AI dan sinar X jadi solusi.
sains | 00:21 WIB
Virus zombie yang selama ini terperangkap ini ditemukan oleh para ilmuwan di lapisan tanah yang membeku atau permafrost yang terdapa di Siberia, Rusia.
sains | 13:54 WIB
Canggih, Honda dan sejumlah pabrikan mobil lain mulai kembangkan kendaraan dengan jenis bahan bakar baru.
sains | 13:52 WIB
Gunung terbesar ini meletus akhir pekan lalu (27/11/2022). Berikut fakta uniknya.
sains | 20:23 WIB
BMKG menjelaskan kalau angin laut telah mendorong ikan kecil tersebut mengikuti arus hingga terdampar di pesisir pantai.
sains | 14:25 WIB
Perusahaan pertambangan Afrika Selatan, memperoleh kendali atas Keliber, produsen bahan kimia baterai Finlandia, dengan mengakuisisi sekitar 55% sahamnya
sains | 20:53 WIB
Collider ini membantu para ilmuwan untuk menemukan keberadaan partikel elementer Boson Higgs.
sains | 20:10 WIB
Selama ini peternakan dituding sebagai salah satu sumber polusi, khususnya peternakan sapi.
sains | 17:44 WIB
Ini adalah bukti sahih bahwa minuman beralkohol bisa menurunkan kecerdasan.
sains | 16:12 WIB
Pelaku diduga adalah anak bungsu, yang nekat memberikan racun ke minuman keluarganya.
sains | 14:47 WIB
Sesar lembang berada di kawasan Jawa Barat dan diketahui masih aktif hingga saat ini.
sains | 16:46 WIB
Menurut catatan BMKG, kemunculan gempa susulan yang terekam terus mengalami penurunan.
sains | 18:31 WIB
Tampilkan lebih banyak