Sains

Mengejutkan, Ilmuwan Temukan Benua Kuno di Bawah Eropa

Greater Adria merupakan bagian dari lempeng tektonik Afrika yang perlahan-lahan tergeser dan berada di bawah lempeng tektonik Eurasia.

Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia

Peta dunia kuno berdasarkan perjalanan kapten James Cook. (Altea Antique Maps, London)
Peta dunia kuno berdasarkan perjalanan kapten James Cook. (Altea Antique Maps, London)

Hitekno.com - Para ilmuwan asal Belanda mengumumkan penemuan mengejutkannya baru-baru ini. Bukan main-main, para ilmuwan ini menemukan sebuah benua kuno di bawah Eropa yang menghilang.

Benua kuno di bawah Eropa ini bernama Greater Adria yang muncul sekitar 240 juta tahun lalu usai terpisah dari Gondwana.

Dilansir dari The Sun, Gondwana merupakan sebuah kontinen bagian selatan yang terdiri dari Afrika, Antartika, Amerika Selatan, Australia dan beberapa daratan lainnya.

Greater Adria merupakan bagian dari lempeng tektonik Afrika yang perlahan-lahan tergeser dan berada di bawah lempeng tektonik Eurasia yang kini menjadi Eropa bagian selatan.

Kurang lebih, pada 100 hingga 120 juta tahun lalu, Greater Adria menabrak Eropa dan tenggelam tepat di bawah benua Eropa.

Ilustrasi laut. (pexels/Kellie Churchman)
Ilustrasi laut. (pexels/Kellie Churchman)

 

Karena batu massanya yang ringan dan tidak langsung tenggelam ke mantel Bumi, para ilmuwan lalu menemukan beberapa batu kuno yang dibentuk oleh bakteri purba.

Bakteri purba ini membentuk partikel-partikel magnetik yang beradaptasi dengan medan magnet Bumi. Saat bakteri ini mati, ada mineral magnetik yang tertinggal dalam endapan tersebut.

Perlahan-lahan sedimen dalam bateri yang mati berubah menjadi batu dan kemudian menjadi keras. Bebatuan ini lalu dipercaya telah mengalami rotasi besar.

Karena pecah dan menyebar tepat di bawah benua Eropa, para ilmuwan mengalami kesusahan untuk melakukan penelitian terkait penemuan benua kuno di bawah Eropa ini.

Hingga artikel ini dibuat, penelitian masih terus dilakukan untuk mengetahui Greater Adria, benua kuno yang berada di bawah Eropa ini.

Berita Terkait