Sains

Menyeberang ke Inggris, Tentara Terbang Prancis Jatuh ke Laut

Franky Zapata dan papan terbang Flyboard yang ditumpanginya jatuh saat akan mengisi bahan bakar di tengah laut.

Agung Pratnyawan

Tentara terbang Prancis, Franky Zapata. (Instagram/ @frankyzapata)
Tentara terbang Prancis, Franky Zapata. (Instagram/ @frankyzapata)

Hitekno.com - Franky Zapata, seorang inventor Prancis telah mencuri perhatian dunia dengan melayang-layang menggunakan flyboard. Ia mendapatkan julukan sebagai tentera terbang karena aksinya di parade Bastille Day, 14 Juli 2019 kemarin.

Sayangnya, dalam sebuah misi untuk menyeberang ke Inggirs, tentara terbang Prancis ini mengalami kecelakaan. Ia terjatuh di laut pada Kamis (25/7/2019).

Mantan atlet jetski berusia 40 tahun itu harus ditolong oleh tim penyelamat setelah ia jatuh di Selat Channel, saat akan mengisi bahan bakar flyboard, papan terbang ciptaannya yang digunakan untuk melayang-layang bak Goblin dalam film Spiderman.

Meski terjatuh, Zapata yang juga anggota pasukan cadangan militer Prancis itu, tidak mengalami cedera dan mengaku akan kembali mewujudkan mimpinya menyeberangi Selat Channel di atas Flyboard.

"Ada masalah dalam pengisian bahan bakar. Ia tidak bisa melanjutkan prosedur dan karenanya perjalanan itu dibatalkan," kata juru bicara Zapata seperti dilansir Suara.com.

Franky Zapata sebenarnya sudah berhasil terbang dari Sangatte di Selatan Prancis. Ia berencana mendarat di kawasan Dover, Inggris setelah terbang melewati laut selama 20 menit.

Tetapi ketika akan mengisi bahan bakar di tengah laut, ia justru bersenggolan dengan kapal yang membawa bahan bakar. Alhasil, ia jatuh ke laut.

Tentara terbang Prancis, Franky Zapata. (Instagram/ @frankyzapata)
Tentara terbang Prancis, Franky Zapata. (Instagram/ @frankyzapata)

 

"Ia diselamatkan oleh para penyelam dan telah dibawa ke pantai Prancis," kata Wali Kota Sangatte, Guy Allemand.

Flyboard, papan terbang buatan Zapata, menggunakan bahan bakar kerosin atau minyak tanah. Bahan bakar itu disimpan di dalam sebuah tangki yang terpasang di punggung Zapata.

Dalam penerbangan Kamis, Zapata membawa 47 kilogram minyak tanah di punggungnya. Tetapi bahan bakar sebanyak itu tak cukup untuk membawa Zapata ke Inggris, karenanya ia harus mengisi kembali tangki bahan bakarnya di tengah laut.

Papan terbang Flyboard itu dipacu oleh lima mesin turbo mini dan bisa beroperasi selama 10 menit. Ia bisa melesat hingga 190 km/jam.

Seperti diwartakan sebelumnya Zapata pada 14 Juli lalu mencuri perhatian ketika dalam parade Bastille Day melayang-layang di Paris sembari membawa sebuah senjata yang diduga sebagai senapan M16.

Tentara terbang Prancis, Franky Zapata. (Instagram/ @frankyzapata)
Tentara terbang Prancis, Franky Zapata. (Instagram/ @frankyzapata)

 

Franky Zapata pada Desember 2018 lalu menerima donasi sebesar 1,3 juta euro atau sekitar Rp 20,3 miliar dari pemerintah Prancis untuk mengembangkan papan terbang tersebut.

Florence Parly, Menteri Angkatan bersenjata Prancis, mengatakan bahwa papan terbang buatan Zapata itu di masa depan bisa digunakan dalam berbagai skenario, mulai dari alat logistik hingga sebagai platform tempur dalam sebuah serangan militer.

Bagaimana kelanjutan aksi Franky Zapata dengan flyboard ini? Kita tunggu saja sepak terjang tentara terbang Prancis ini. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Berita Terkait