Sains

Rudal Tentara AS Ini Tak Bisa Meledak, Cara Kerjanya Sadis dan Efektif

Rudal tentara AS ini akan mengeluarkan pedang yang bisa merobek apa saja!

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta

Rudal yang dijuluki dengan Flying Ginsu. (Lockheed Martin)
Rudal yang dijuluki dengan Flying Ginsu. (Lockheed Martin)

Hitekno.com - CIA dan tentara AS menggunakan jenis rudal baru untuk mempersenjatai pesawat tanpa awak mereka. Beberapa tahun terakhir, mereka menggunakan dan mengembangkan rudal yang cukup unik bernama Hellfire R9X.

Dulu, senjata utama dalam serangan pesawat tanpa awak adalah rudal Lockheed Martin AGM-114 Hellfire II.

Rudal tersebut merupakan senjata bersensor laser yang awalnya dikembangkan oleh Angkatan Darat AS sebagai senjata penghacur tank.

Lockheed Martin AGM-114 Hellfire II mempunyai daya ledak tinggi, sehingga terkadang warga sipil menjadi korban ketika mereka menargetkan satu target teroris saja.

Akhirnya, tentara AS yang bekerja sama dengan perusahaan persenjataan Lockheed Martin mengembangkan rudal yang hanya menyasar target perseorangan atau target tertentu saja.

Hellfire R9X merupakan rudal yang dikembangkan sebagai tanggapan terhadap mandat Presiden Barack Obama (presiden saat AS saat itu) untuk mengurangi korban sipil.

Rudal tanpa hulu ledak berhasil menargetkan satu teroris saja tanpa melukai penduduk sekitarnya. (Twitter/ tobiaschneider)
Rudal tanpa hulu ledak berhasil menargetkan satu teroris saja tanpa melukai penduduk sekitarnya. (Twitter/ tobiaschneider)

 

Itu dilakukan tentara AS karena para pemimpin Taliban dan Al-Qaeda sering menggunakan wanita dan anak-anak sebagai perisai manusia.

Tidak seperti rudal Hellfire tradisional, R9X dirancang dengan enam bilah pedang yang akan muncul dari rudal beberapa detik sebelum tumbukan.

Menurut pejabat anonim AS, Hellfire R9X digunakan untuk mengurangi korban yang tidak perlu.

Oleh ''orang dalam'' tentara Amerika Serikat, R9X dijuluki sebagai ''Flying Ginsu'' atau Pedang Terbang.

Roket ini tidak mengandung hulu ledak sehingga hanya menarget target tertentu dengan pedangnya saja.

Bilah pedang yang akan keluar mampu memotong beton, lembaran logam, dan material lain di sekitar target.

Dikutip dari Gizmodo, R9X hanya digunakan enam kali sejak diproduksi pertama kali.

Rudal baru tentara AS yang bisa mengeluarkan pedang. (Twitter/ Charles_Lister)
Rudal baru tentara AS yang bisa mengeluarkan pedang. (Twitter/ Charles_Lister)

 

Spekulasi senjata baru mulai muncul setelah kematian Abu Khayr al-Masri, wakil pemimpin Al-Qaeda di Suriah pada Februari 2017.

Saat itu Masri sedang mengendarai sebuah mobil sedan dan tiba-tiba terkena rudal.

Uniknya, mobil sedan yang dikendarainya tidak meledak dan hanya terdapat sobekan pada atap mobil.

Kemungkinan besar, rudal itu adalah R9X yang dibocorkan orang dalam tentara AS pada awal Mei 2019.

Rudal tentara AS yang tak bisa meledak ini sangat adil jika digunakan dalam perang mengingat penduduk sipil tak lagi menjadi korban.

Berita Terkait