Sains

China dan Rusia Bisa Deteksi Pesawat Siluman AS, Tapi Masih Ada Masalah Ini

Radar terbaru ternyata belum memiliki teknologi yang sempurna untuk menghancurkan pesawat siluman.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

F22 Raptor saat melakukan manuver di udara.(Wikipedia/ Rob Shenk)
F22 Raptor saat melakukan manuver di udara.(Wikipedia/ Rob Shenk)

Hitekno.com - China dan Rusia mengatakan bahwa sistem radar mereka dapat mendeteksi pesawat siluman (stealth fighters) generasi kelima milik Amerika Serikat.

Pesawat siluman generasi kelima berarti termasuk jet tempur F-22 dan F-35.

Bahkan sistem radar kuantum terbaru mereka diklaim dapat mendeteksi pesawat siluman dari jarak 100 kilometer.

Pada tahun 2016, ilmuwan dan fisikawan seluruh dunia dibuat kaget setelah CETC (China Electronics Technology Group Corporation) mengatakan bahwa mereka telah mengembangkan sistem radar yang bisa mendeteksi pesawat siluman.

CETC merupakan kekuatan top 10 industri militer yang dikendalikan langsung oleh pemerintah China.

Menggunakan sistem radar kuantum foton tunggal (single-photon quantum radar system), mereka dapat mengidentifikasi objek yang tidak terlihat oleh teknologi radar konvensional.

Pesawat siluman dapat dideteksi di titik-titik tertentu pada spektrum elektromagnetik.

Ilustrasi Radar. (Pixabay/ Clker-Free-Vector-Images)
Ilustrasi Radar. (Pixabay/ Clker-Free-Vector-Images)

 

Dilansir dari Business Insider, Rusia juga mengembangkan teknologi serupa yang dibenamkan pada tower atau pesawat militer mereka.

Kini, China juga dikabarkan telah meningkatkan sistem radar AESA (Active Electronically Scaned Array) yang digabungkan dengan kemampuan radar di atas.

Radar AESA telah dibenamkan di pesawat militer terbaru China.

Meski China dan Rusia telah bisa mendeteksi pesawat siluman AS, ahli militer mempunyai pendapat berbeda mengenai "tindak lanjutnya".

Justin Bronk, seorang pakar pesawat tempur di Royal United Services Institute menjelaskan bahwa pesawat siluman AS masih akan berjaya pada beberapa dekade selanjutnya.

F22 saat terbang di udara. (Wikipedia/ US Air Force)
F22 saat terbang di udara. (Wikipedia/ US Air Force)

 

"Jenis radar ini memang dapat mendeteksi pesawat siluman, namun bagaimanapun, mereka hanya dapat menghasilkan resolusi rendah. Radar tidak dibekali dengan real-time target-grade track. Itu membuatnya sulit untuk memberikan isyarat pada rudal untuk menghancurkan pesawat siluman," komentar Justin Brock.

Berdasarkan klaim keterangannya, itu berarti radar milik China dan Rusia tidak mempunyai teknologi untuk menargetkan pesawat siluman setelah berhasil mendeteksinya.

Ia yakin bahwa F-22 Raptor Lockheed Martin dan F-35 Lightning II Joint Strike Fighter masih akan mendominasi untuk beberapa dekade.

Baik China dan Rusia telah mengembangkan pesawat tempur generasi kelima milik mereka sendiri.

F-35A Lightning II Joint Strike Fighters. (Wikipedia/ US Air Force)
F-35A Lightning II Joint Strike Fighters. (Wikipedia/ US Air Force)

 

J-20 milik China dan Su-57 milik Rusia telah dibekali dengan sistem radar terbaru.

Rusia juga sedang mengembangkan sistem rudal darat-ke-udara bernama S-500, yang diklaim dapat menghancurkan pesawat siluman.

Namun menurut Brock, teknologi China dan Rusia masih belum bisa dibuktikan sehingga masih ada ketidakpastian nantinya di medan perang sesungguhnya.

Meski begitu, sistem radar terbaru milik China dan Rusia patut diwaspadai mengingat teknologi tersebut masih bisa dikembangkan lagi sehingga pesawat siluman mungkin tak akan menjadi "siluman" di masa depan nanti.

Berita Terkait