Sains

Diduga Bekas Ritual, Makam Zaman Batu ini Berisikan Barang Aneh

Sebelumnya, penemuan serupa tidak pernah ditemui dalam kuburan Neolitikum.

Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia

Ilustrasi Makam. (unsplash/Cristian Grecu)
Ilustrasi Makam. (unsplash/Cristian Grecu)

Hitekno.com - Sebuah makam kuno dari Zaman Batu ditemukan di Polandia. Arkeolog menemukan makam berusia 4.500 tahun ini berisikan kerangka manusia dan kerangka anak kecil yang sudah terpotong-potong.

Sebelumnya, seorang penduduk desa menemukan situs pemakaman tersebut saat sedang membuat galian. Situs tersebut lalu diperiksa oleh para arkeolog yang tergabung dalam Science in Poland di bawah pengawasan Kementrian Sains dan Pendidikan Tinggi negara tersebut.

Dari penggalian tersebut, para arkeolog menemukan rongga yang mengarah ke pintu masuk besar dari ruangan tempat ritual mengerikan dilakukan.

Di tempat tersebut, para arkeolog menemukan kerangka pria dewasa dan seorang anak kecil yang sudah dipotong-potong. Tepat di rongga yang terdapat di bawah pintu masuk, para arkeolog juga menemukan rahang babi, tulang sapi dan cakar beruang.

''Ternyata di bagian bawah rongga pintu masuk, sebelum ceruk penguburan, ditemukan tulang sapi dan cakar beruang yang hampir lengkap. Temuan ini benar-benar unik jika dibandingkan dengan kuburan Neolitikum lainnya..'' ujar Elzbieta Sieradzka dari Institut Universitas Rzeszow.

Ilustrasi beruang (Shutterstocks)
Ilustrasi beruang (Shutterstocks)

 

Dilansir dari Newsweek, penemuan ini jelas disebut sangat unik, karena sebelumnya penemuan serupa tidak pernah ditemui dalam kuburan Neolitikum.

Cakar beruang yang ditemukan ini berada dalam susunan anatomi yang rapi. para arkeolog berpendapat jika cakar tersebut sengaja ditempatkan di makam ini. Tersusun sangat rapi, dapat dikatakan bahwa cakar beruang, tulang sapi, dan rahang babi ini bukan sisa pesta atau perayaan.

Miroslawa Zabilska-Kunek dan Daniel Makowiecki, dua arkeolog yang melakukan analisis pada tulang tersebut menyampaikan pendapatnya.

Keduanya sependapat jika penemuan ini berbeda dari yang sebelumnya. Pasalnya, makam di masa tersebut memang sering berisi tulang sapi dan babi. Namun, untuk cakar beruang, merupakan hal yang aneh sekaligus tidak biasa.

Dua arkeolog ini lalu sepakat bahwa situs pemakaman ini adalah tempat dilakukannya sebuah ritual menjelang akhir Zaman Batu pada masa tersebut. Cakar beruang sendiri dianggap sebagai persembahan bagi orang yang sudah meninggal.

Ilustrasi fosil tengkorak Homo sapiens (Shutterstock).
Ilustrasi fosil. (Shutterstock)

 

Jika melihat budaya beberapa daerah, seperti di Fennoscandia, taring, cakar, dan tulang beruang dipercaya memiliki kekuatan untuk penyembuhan, melindungi ternak, dan mampu memberikan kekuatan hewan pada pemiliknya.

Sedangkan kepercayaan lain menyebutkan bahwa cakar beruang dapat berguna sebagai jimat dan dapat menjauhkan penggunanya dari berbagai kejahatan.

Sayangnya, mengenai mengapa kerangka tersebut dipotong-potong, hingga kini para arkeolog belum mampu menjawabnya.

Mengenai ritual mengerikan apa yang dilakukan manusia purba dengan kerangka manusia dan cakar beruang juga masih menjadi misteri hingga kini.

Berita Terkait