Sains

Demi Pahami Sejarah Tata Surya, Jepang Ledakkan Asteroid Ryugu

Misi Jepang ini terbilang cukup berbahaya dan mustahil dilakukan oleh Hayabusa2.

Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia

Hayabusa2 ledakan asteroid Ryugu. (twitter/haya2e_jaxa)
Hayabusa2 ledakan asteroid Ryugu. (twitter/haya2e_jaxa)

Hitekno.com - Pada hari Jumat (5/4/2019) lalu, badan antariksa Jepang, JAXA berhasil meledakkan asteroid Ryugu yang sedang bergerak di antariksa. Usaha JAXA ini dilakukan demi pahami sejarah tata surya.

JAXA menggunakan pesawat ruang angkasa Hayabusa2 untuk meledakkan bahan peladak tembaga yang dikenal sebagai Small Carry-on Inspector (SCI).

Dilansir dari Science Alert, bahan peledak ini memiliki berat sekitar 2 kilogram dengan besar seukuran bola baseball.

Hayabusa2 sukses menjatuhkan SCI pada jarak 500 meter atau 1.640 kaki di atas permukaan asteroid Ryugu pada pukul 11.13 waktu Jepang. Peledakan ini dilakukan untuk membentuk kawah buatan di asteroid Ryugu.

Penampakan asteroid Ryugu. (twitter/haya2e_jaxa)
Penampakan asteroid Ryugu. (twitter/haya2e_jaxa)

 

SCI jatuh di dataran Ryugu dengan kecepatan 2 kilometer per detik dengan tujuan untuk membuat lubang selebar 10 meter di permukaan asteroid.

Misi Jepang ini terbilang cukup berbahaya dan mustahil dilakukan oleh Hayabusa2. Pasalnya, untuk dapat membuat ledakkan, Hayabusa2 harus segera bersembunyi di sisi lain asteroid agar satelit buatan ini tidak mengenai puing-puing ledakan yang berterbangan di antariksa.

Dilansir dari akun Twitter pribadinya, JAXA saat ini sedang bersiap menantikan potret ledakan asteroid Ryugu dari Hayabusa2. Namun, tidak dapat dipastikan kapan potret tersebut akan tiba ke Bumi.

Menurut rencana, JAXA akan kembali meluncurkan Hayabusa2 ke asteroid Ryugu saat debu dan pecahan ledakan tersebut sudah mulai mereda.

Hayabusa2 ledakan asteroid Ryugu. (twitter/haya2e_jaxa)
Hayabusa2 ledakan asteroid Ryugu. (twitter/haya2e_jaxa)

 

Tujuan misi ini memang untuk memahami sejarah tata surya. Para ilmuwan JAXA percaya jika asteroid Ryugu mengandung zat organik dan air yang dapat menceritakan mengenai asal-usul tata surya.

Masih melakukan perjalanan, Hayabusa2 diprediksi tiba di Bumi pada akhir tahun 2020 mendatang.

Sebelumnya, Jepang sukses mendaratkan beberapa robot miliknya di permukaan asteroid Ryugu. Keberhasilan ini membuat Jepang menjadi negara pertama yang sukses mendarat di asteroid.

Tepat pada bulan Februari 2019 lalu, Hayabusa2 sukses mengirimkan penampakan asteroid Ryugu beserta sampel debu dari objek ini.

Mengenai hasil penelitian dari usaha JAXA yang meledakkan asteroid Ryugu demi mengetahui sejarah tata surya ini perlu sedikit penantian ya hingga Hayabusa2 tiba di Bumi.

Berita Terkait