Sains

Terjadi Mutasi Gen, Nenek Ini Tak Bisa Merasakan Sakit

Hingga kini, ilmuwan masih melakukan penelitian terkait hal ini.

Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia

Ilustrasi nenek. (Pexels)
Ilustrasi nenek. (Pexels)

Hitekno.com - Seorang nenek berusia 71 tahun di Skotlandia mengalami hal unik. Kulit nenek ini menjadi anti rasa sakit atau tak bisa merasakan sakit hingga tahan saat terbakar api. Hal ini terjadi usai dirinya melakukan mutasi gen.

Dilansir dari sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Anesthesia pada 27 Maret 2019 lalu, nenek bernama Jo Cameron ini tiba-tiba tidak bisa merasakan sakit apa pun.

Tim dokter dan ahli mulai menyadari hal aneh dari nenek ini sejak lima tahun yang lalu, usai dirinya melakukan operasi tangan, namun tidak merasakan sakit sama sekali.

Rasa penasaran ini lalu akhirnya terjawab usai sang nenek mengaku bahwa dirinya pernah didiagnosis mengidap osteoartritis yang membuat sendinya terasa nyeri hingga membuat inflamasi ringan.

Osteoartitis yang ia rasakan ini muncul di pinggulnya. Setelah melakukan pemeriksaan, para ahli medis menyebut jika dirinya mnengidap degenerasi sendi yang cukup parah.

Merasa ada yang aneh, para peneliti lalu membuat penelitian mengenai genetika yang terdapat di tubuh Jo Cameron. Tes genetika ini penting untuk mengetahui alasan dirinya tidak bisa merasakan sakit.

Dari analisa para peneliti, ditemukan bahwa ada dua mutasi genetik yang tumbuh dan bersarang pada tubuh Jo Cameron.

Ilustrasi pasien. (pixabay/Parentingupstream)
Ilustrasi pasien. (pixabay/Parentingupstream)

 

Gen pertama mengakibatkan hilangnya 'pseudogen' dalam jumlah kecil. Sedangkan gen yang kedua adalah mutasi gen asli yang dikenal dengan FAAH.

Duplikasi gen FAAH ini membuat sejumlah mutasi yang mencegah protein untuk bercampur dan menimbulkan FAAH-OUT yang kemudian mengembangkan fungsi baru.

Dilansir dari Live Science, penelitian lainnya menemukan bahwa darah Cameron memiliki kadar senyawa yang lebih tinggi dari manusia pada umumnya.

Senyawa yang dimiliki adalah neurotransmitter bernama anandamide. Senyawa ini berfungsi untuk mengurangi kecemasan dan rasa sakit.

Melihat kasus lainnya, untuk beberapa orang yang mengalami mutasi, akan muncul gen lain yang bernama CIPA. Gen CIPA ini membuat seseorang merasa kebal akan rasa sakit.

Kasus Jo Cameron ini membuka babak baru dalam penelitian para ilmuwan. Pasalnya, hal ini merupakan sesuatu yang sangat jarang ditemui.

Hingga kini, masih banyak kemungkinan-kemungkinan baru yang mungkin muncul berkaitan penelitian yang melibatkan seorang nenek yang anti rasa sakit ini.

Berita Terkait