Sains

Semakin Lama Waktu Terasa Semakin Cepat, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Waktu terasa semakin cepat meski kenangan masa lalumu masih ada di ingatan.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Ilustrasi waktu terasa semakin cepat. (Pixabay/ Susann Mielke)
Ilustrasi waktu terasa semakin cepat. (Pixabay/ Susann Mielke)

Hitekno.com - Jika kamu merasa bahwa semakin lama waktu terasa semakin cepat, kamu harus membaca penelitian ini. Seorang peneliti dari Duke University baru saja mengunggah penelitiannya di jurnal European Review.

Penelitian tersebut sangat menarik, yaitu mengungkap penjelasan ilmiah mengapa kita merasa bahwa waktu semakin cepat.

Peneliti yang bernama Adrian Bejan ini menjelaskan bahwa semakin manusia beranjak dewasa maka mereka akan merasa waktu semakin cepat berlalu.

Santai saja, ini bukan karena manusia dewasa sudah sibuk dengan pekerjaan dan deadline, namun ini karena kondisi otak kita.

Bejan mengatakan bahwa manusia merasakan waktu berubah ketika gambar yang dirasakan juga berubah.

Dengan kata lain, masa kini berbeda dari masa lalu karena pandangan mental telah berubah, bukan karena jam yang bertambah cepat.

Dalam makalahnya, ia menyebut bahwa tingkat perubahan citra mental dirasakan menurun seiring bertambahnya usia.

Anak-anak diketahui dapat menerima dan memproses lebih banyak citra mental per detik daripada orang dewasa.

Fiksasi pada anak sangat pendek sehingga mampu merekam gambar lebih banyak. (Pixabay/ Tookapic)
Fiksasi pada anak sangat pendek sehingga mampu merekam gambar lebih banyak. (Pixabay/ Tookapic)

 

Itu membuat anak-anak akan merasa mempunyai lebih banyak waktu dan merasakan bahwa waktu berjalan lambat.

Mata manusia terus bergerak, dan begitu ia memproses gambar, ia mengalihkan fokusnya ke sesuatu yang lain.

Gerakan mata yang cepat ini disebut ''saccades'' dan dipisahkan oleh periode diam yang pendek yang disebut ''fiksasi''.

Penelitian menyebutkan bahwa mata orang dewasa rata-rata menghasilkan 3 hingga 5 saccades per detik. Itu diselingi oleh fiksasi 200 hingga 300 milidetik.

Namun waktu fiksasi secara signifikan lebih pendek pada anak-anak. Oleh karena itu, mereka mampu membuat lebih banyak saccades dan mengambil lebih banyak gambar per detik.

Ilustrasi waktu berjalan cepat. (Pixabay/ Pexels)
Ilustrasi waktu berjalan cepat. (Pixabay/ Pexels)

 

Dikutip dari IFLScience, semakin manusia tua, maka jaringan syaraf di otak semakin kompleks.

Itu berarti bahwa sinyal-sinyal harus bergerak lebih jauh untuk mencapai bagian otak yang terpisah sehingga merubah waktu fiksasi lebih lama.

Analogi sederhananya seperti fotografi time-lapse. Semakin banyak foto yang ditangkap per detik, semakin lambat pergerakan waktu yang muncul.

Sebaliknya, ketika interval antara foto ditingkatkan, memberikan ilusi bahwa peristiwa terjadi lebih cepat.

Itulah tadi penelitian ilmiah mengenai penyebab waktu terasa semakin cepat, apakah kamu mengalaminya juga?

Berita Terkait