Sains

Thailand Dihantam Badai Pabuk, Jadi Terburuk dalam 30 Tahun Terakhir

Dua bandara terdekat di daratan utama telah ditutup bahkan layanan feri dihentikan sementara.

Dinar Surya Oktarini

Dampak badai Pabuk Thailand. (Twitter via bangkok post)
Dampak badai Pabuk Thailand. (Twitter via bangkok post)

Hitekno.com - Pada Jumat 4/1/2019 pukul 12:45 waktu setempat, daratan Thailand selatan dihantam hujan badai tropis Pabuk yang diperkirakan hanya terjadi dalam 30 tahun terakhir.

Badai tropis Pabuk ini menyebabkan pohon tumbang mengenai perumahan di provinsi Nakhon Si Thammarat.

Hujan badai ini bergerak ke Thailand Selatan hingga mengenai daerah yang banyak dihuni wisatawan.

Ribuan orang yang berada di kepulauan Koh Samui, Koh Tao dan Koh Phangan dievakuasi, paling tidak dua bandara terdekat di daratan utama telah ditutup bahkan layanan feri dihentikan sementara.

Dilansir dari BBC, pulau tersebut mengalami hujan deras, angin kencang dan ombak besar serta listrik mati.

Sekitar 10.000 turis juga dilaporkan masih berada di pulau itu.

Dampak badai Pabuk Thailand. (Twitter via bangkok post)
Dampak badai Pabuk Thailand. (Twitter via bangkok post)

 

Bahkan tak hanya badai, seperti yang dilaporkan BangkokPostNews di Twitter, badai tersebut menyebabkan gelombang pasang hingga ke bibir pantai.

Pusat badai tropis Pabuk melewati Nakhon Si Thammarat, ke arah selatan diperkirakan akan melemah di atas provinsi Surat Thani.

Seorang nelayan dilaporkan meninggal pada Jumat pagi di Provinsi Pattani, di dekat perbatasan dengan malaysia karena kapalnya ditelan ombak.

Badan metereologi Thailand mengatakan badai akan terjadi di bagian selatan dalam beberapa hari kedepan dan kemungkinan akan terjadi curah hujan lebat yang meluas di sebagian besar wilayah tersebut.

Pemerintah Thailand juga sudah memperingatkan warganya untuk tetap waspada, pasalnya badai ekstrem Pabuk tersebut menyebabkan banjir bandang dan kerusakan hutan.

Diperkirakan badai akan melemah setelah melewati Teluk Thailand ke Laut Andaman, tetapi para wisatwan di pulau tersebut tetap waspada akan hujan deras dan longsor.

Berita Terkait