Ilustrasi laptop. (Unsplash/ Štefan Štefančík)
Hitekno.com - Banyak pengguna laptop yang tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari mereka bisa mempercepat kerusakan perangkat tanpa disadari.
Salah satu kesalahan paling umum adalah menggunakan laptop di permukaan empuk seperti kasur atau sofa yang bisa menghalangi ventilasi udara.
Kebiasaan ini membuat laptop cepat panas karena udara panas dari dalam tidak bisa keluar dengan lancar.
Panas berlebih atau overheat dalam jangka panjang bisa merusak komponen penting seperti motherboard, prosesor, dan kartu grafis.
Kesalahan lainnya adalah tidak membersihkan laptop secara rutin terutama pada bagian keyboard dan lubang ventilasi.
Debu yang menumpuk bisa menghambat sirkulasi udara dan membuat kipas bekerja lebih keras sehingga mempercepat kerusakan hardware.
Banyak orang juga sering menunda update sistem operasi dan driver padahal pembaruan tersebut penting untuk menjaga performa dan keamanan laptop.
Laptop yang jarang diupdate bisa lebih rentan terhadap bug, malware, hingga performa yang menurun drastis.
Salah satu kesalahan fatal lainnya adalah sering men-charge laptop sambil digunakan dalam waktu lama tanpa pernah melepas adaptor.
Kebiasaan ini bisa membuat baterai lebih cepat aus karena terus menerus menerima daya meskipun sudah penuh.
Baca Juga: Beda Rp 2 Juta, Xiaomi Pad 7 Pro vs Xiaomi Pad 7: Mana yang Jadi Pilihan?
Banyak pengguna juga sering membiarkan baterai laptop habis total hingga 0% padahal hal itu justru memperpendek usia baterai.
Cara terbaik merawat baterai adalah menjaga kapasitas antara 20% hingga 80% agar lebih awet.
Kesalahan lain adalah membawa laptop dengan sembarangan tanpa tas pelindung yang sesuai.
Laptop yang sering dibawa tanpa pelindung rentan terbentur atau tertekan yang bisa menyebabkan layar retak atau komponen dalam longgar.
Banyak orang juga suka makan atau minum di dekat laptop yang bisa berakibat fatal jika ada tumpahan cairan ke keyboard.
Tumpahan cairan bisa menyebabkan korsleting dan membuat laptop mati total dalam hitungan detik.
Kesalahan berikutnya adalah menggunakan charger palsu atau yang tidak sesuai spesifikasi laptop.
Charger yang tidak asli bisa memberikan tegangan tidak stabil yang berisiko merusak komponen daya dalam laptop.
Selain itu, menutup laptop dengan paksa atau menaruh benda di atasnya juga bisa membuat layar LCD cepat rusak.
Kebiasaan multitasking berlebihan dengan membuka banyak aplikasi berat secara bersamaan juga bisa mempercepat kerusakan hard disk atau SSD.
Laptop yang sering dipaksa bekerja di luar kemampuan spesifikasinya akan cepat panas dan performanya menurun.
Banyak pengguna juga jarang melakukan perawatan software seperti defragmentasi, pembersihan file sampah, dan scan antivirus.
Laptop yang penuh file tidak penting bisa menjadi lemot dan memperpendek umur komponen penyimpanan.
Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah membiarkan laptop terhubung ke listrik saat sedang tidak digunakan dalam jangka panjang.
Hal ini bisa membuat baterai kembung dan daya tahan laptop semakin menurun.
Banyak orang juga salah kaprah dengan menyimpan laptop di tempat yang terlalu panas atau lembap.
Suhu lingkungan yang ekstrem bisa merusak komponen elektronik dan membuat performa laptop tidak stabil.
Selain itu, menyalakan dan mematikan laptop secara tidak benar misalnya dengan langsung menekan tombol power tanpa shutdown bisa merusak sistem operasi.
Kesalahan lain adalah jarang melakukan backup data penting padahal laptop bisa rusak sewaktu-waktu tanpa diduga.
Dengan melakukan backup, setidaknya data tetap aman meskipun laptop mengalami kerusakan parah.
Hindari juga kebiasaan menginstal software sembarangan dari sumber tidak jelas karena bisa membawa virus atau malware.
Kesalahan ini tidak hanya membuat laptop lemot tapi juga bisa mencuri data penting pengguna.
Dengan memahami berbagai kesalahan saat merawat laptop ini, pengguna bisa lebih berhati-hati dalam menggunakan perangkat sehari-hari.
Perawatan yang benar tidak hanya membuat laptop lebih awet tetapi juga menjaga performanya tetap optimal dalam jangka panjang.