Petinggi Hisense Bahas Tren Industri Smart TV, Termasuk Perang Harga

GPU diprediksi jadi salah satu fokus produsen smart TV.


Posted: Senin, 17 Januari 2022 | 13:43 WIB
Petinggi Hisense Bahas Tren Industri Smart TV, Termasuk Perang Harga

Petinggi Hisense Bahas Tren Industri Smart TV, Termasuk Perang Harga

hitekno.com - Perkembangan smart TV diketahui sangat masif dalam beberapa tahun ke belakang. Petinggi Hisense baru saja membahas tren smart TV dan juga perang harga di dalamnya.

Hisense telah mengenalkan chip GPU AI 8K internal pertama perusahaan pada 11 Januari lalu. Vice President Hisense, Yu Zhitao menjelaskan bahwa industri smart TV global bakal mengalami gelombang besar perubahan tren di tahun-tahun mendatang.

Kualitas gambar acara TV dan fitur streaming langsung yang ditampilkan di layar akan menentukan keputusan pembelian di sisi konsumen.

Smart TV di era modern diketahui mampu menampilkan lebih dari 10 miliar warna di layar Full HD, 2K, 4K dan bahkan 8K di segmen ultra premium.

Petinggi Hisense meramalkan masa depan di mana produsen TV berhenti fokus untuk bersaing pada ukuran layar dan jumlah penjualan.

Ilustrasi persaingan smart TV dengan layar besar. (Gizmochina)
Ilustrasi persaingan smart TV dengan layar besar. (Gizmochina)

Sebaliknya, mereka bakal berfokus pada Graphics Processing Unit (GPU) dan sistem suara TV karena permintaan konsumen yang berubah di seluruh dunia.

Dilansir dari Gizmochina, Yu menyebut dua alasan penting mengapa Hisense memiliki prediksi tersebut dalam membahas masa depan industri TV.

Alasan pertama adalah bahwa industri TV sudah mencapai batas layar yang lebih besar dan karena produsen TV berperan memainkan perang harga satu sama lain.

Tren smart TV layar besar populer karena bertahun-tahun iklan dari produsen TV mengatakan bahwa TV yang lebih besar memungkinkan pengalaman menonton lebih lengkap.

Gaming TV dari Hisense. (Hisense China)
Gaming TV dari Hisense. (Hisense China)

Meski begitu, smart TV dengan layar besar memiliki keterbatasan. Ketika layar lebih besar, dan tayangan tidak ditingkatkan ke definisi lebih tinggi, konsumen akan mulai melihat ketidaksempurnaan pada tayangannya.

Baca Juga: 4 Cara Nonton Live Streaming TVRI, Mudah dan Lengkap!

Itu termasuk resolusi lebih rendah dan warna memudar karena kepadatan piksel yang rendah. Melihat hal tersebut, Yu Zhitao menilai bahwa GPU lebih penting dari sebelumnya untuk meningkatkan pengalaman pelanggan saat menonton smart TV.

Alasan terakhir adalah persaingan sengit namun tidak sehat antar produsen TV, yang oleh Hisense disebut sebagai "perang harga". Sebagai ilustrasi, produsen TV mengiklankan produk mereka sebagai TV layar besar dengan label harga yang terjangkau dan murah.

Tren "layar lebih besar, harga lebih rendah" telah membuat nilai pasar industri smart TV menurun. Ini membuat aliran pendapatan produsen cenderung menjadi lebih rendah, dan juga menghambat inovasi dalam industri smart TV.

Petinggi Hisense menambahkan bahwa apabila industri TV bertransisi ke TV berkualitas (berfokus pada aspek akurasi warna, kualitas layar, dan sistem suara) serta ditambah transisi dari "perang harga tidak sehat" ke "perang nilai yang sehat", maka industri smart TV masih memiliki masa depan yang bersaing di antara produk teknologi lain seperti laptop, tablet dan smartphone.

×
Zoomed
Berita Terkait Berita Terkini

Temukan software kloning SSD gratis terbaik di 2026. Bandingkan pilihan terbaik dan pelajari cara mengkloning SSD dengan...

gadget | 17:54 WIB

Tingkatkan produktivitas kerja dan belajar Anda dengan Lenovo Idea Tab Plus. Tablet portabel yang dilengkapi fitur cerda...

gadget | 11:57 WIB

ASUS resmi memperkenalkan ProArt Mini PC GR1X bertenaga NVIDIA RTX Spark di IFA 2026. Simak spesifikasi PC AI lokal komp...

gadget | 07:00 WIB

Cek daftar harga HP Xiaomi September 2026 resmi di Indonesia. Temukan rincian harga lengkap dari Redmi, POCO, hingga Xia...

gadget | 13:48 WIB

Cek rekomendasi HP Realme Snapdragon dengan baterai 7.000 mAh terbaik. Dapatkan performa multitasking gahar dan daya tah...

gadget | 10:42 WIB