Sains

Ditemukan Ratusan Koin Emas 24 Karat di Israel, Berusia 1.100 Tahun

Sebagian besar koin emas ditemukan dalam kondisi yang masih utuh, padahal berasal dari era ribuan tahun silam.

Agung Pratnyawan

Penemuan koin emas 24 karat di Israel. (YouTube/ Israel Antiquities Authority Official Channel)
Penemuan koin emas 24 karat di Israel. (YouTube/ Israel Antiquities Authority Official Channel)

Hitekno.com - Ditemukan 425 keping koin emas 24 karat, yang terlah berusia ribuan tahun. Bahkan kepingan emas murni ini diketahui dari masa 1.100 tahun silam.

Ratusan koin emas ini ditemukan para pemuda sukarelawan sebelum mereka melakukan dinas wajib militer di Istrael. Mereka menemukan dalam kendi tanah liat yang terkubur.

Menurut Israel Antiquities Authority (IAA), koin emas 24 karat tersebut berusia 1.100 tahun yang lalu dan ditemukan pada 18 Agustus lalu.

"Saya menggali tanah dan saya melihat sesuatu yang seperti daun yang sangat tipis. Ketika saya melihatnya lagi dengan seksama, saya menyadari ini adalah koin emas. Sungguh menyenangkan menemukan harta karun yang begitu istimewa dan kuno," kata Oz Cohen, salah satu pemuda yang menemukan koin tersebut, seperti dikutip Live Science, Jumat (28/8/2020).

Seagian besar koin emas berasal dari periode Abbasiyah atau dikenal sebagai Zaman Keemasan Islam. Kekhalifahan Abbasiyah (750-1258 M) memerintah dari wilayah yang sekarang disebut Irak, di mana inovasi dalam seni dan arsitektur memimpin Kota Baghdad dan Samarra menjadi ibu kota budaya dunia Muslim.

Pada puncaknya sekitar 850 M, kekhalifahan menguasai sebagian Afrika Utara dan sebagian besar Timur Tengah. Kekhalifahan jatuh ketika Mongol menjarah Baghdad pada 1258.

"Menemukan koin emas, tentunya dalam jumlah yang begitu banyak, sangat jarang terjadi. Kami hampir tidak pernah menemukannya dalam penggalian arkeologi, mengingat emas selalu sangat berharga, dilebur, dan digunakan kembali dari generasi ke generasi," ucap Liat Nadav-Ziv dan Elie Haddad yang memimpin penggalian.

Koin emas berusia 1.100 tahun. [Facebook/ AntiquitiesIL]
Koin emas berusia 1.100 tahun. [Facebook/ AntiquitiesIL]

 

Menurut keduanya, koin-koin itu berada dalam kondisi yang sangat baik. Seolah-olah baru dikubur sehari sebelumnya dan karena terbuat dari emas murni, itu artinya koin tersebut tidak teroksidasi saat terkena udara.

Memiliki berat 845 gram, koin emas tersebut merupakan sejumlah besar uang pada masa itu.

"Misalnya, dengan jumlah sebesar itu, seseorang dapat membeli rumah mewah di salah satu lingkungan terbaik di Fustat, ibu kota kaya raya Mesir pada masa itu," kata Robert Kool, pakar koin di IAA.

Berdasarkan harga emas per gram saat ini, koin emas tersebut bernilai 52.600 dolar AS atau sekitar Rp 772 juta.

Timbunan itu merupakan salah satu tempat penyimpanan emas paling awal, yang diketahui dari akhir abad kesembilan di wilayah yang sekarang disebut Israel. Simpanan tersebut termasuk dinar emas penuh dan sekitar 270 potongan emas kecil.

"Potongan dinar emas yang dipotong untuk dijadikan 'uang receh', praktik yang biasa dilakukan di negara-negara Islam setelah tahun 850-an, ketika koin perunggu dan tembaga tidak lagi digunakan," tambah Kool.

Sebanyak 425 koin emas langka dari Kekhalifahan Abbasiyah yang berusia sekitar 1.100 tahun, ditemukan di Israel, Senin (24/8/2020). [IAA via Times of Israel]
Sebanyak 425 koin emas langka dari Kekhalifahan Abbasiyah yang berusia sekitar 1.100 tahun, ditemukan di Israel, Senin (24/8/2020). [IAA via Times of Israel]

 

Salah satu potongannya memiliki artefak yang belum pernah ditemukan sebelumnya di Israel. Potongan khusus ini adalah fragmen dari solidus emas, koin emas yang hampir murni, dan dicetak di ibu kota kekaisaran Konstantinopel.

Kehadirannya di timbunan koin Islam adalah bukti hubungan moneter, mungkin tanda perdagangan antara dua kerajaan dari periode ini.

Menurut Kool, harta karun langka ini akan menjadi sumbangan besar bagi penelitian karena temuan dari periode Abbasiyah di Israel relatif sedikit.

Itulah temuan ratusan koin emas 24 karat di Israel yang telah berumur 1.100 tahun. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Berita Terkait