Sains

Lukisan Narsis Pertama Ditemukan di Reruntuhan Pompeii

Lukisan narsis ini mengindikasikan pemiliknya adalah pecinta lukisan sensual.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Ilustrasi Narcissus pada lukisan Narcissus at the Spring. (Wikipedia/ Jan Roos)
Ilustrasi Narcissus pada lukisan Narcissus at the Spring. (Wikipedia/ Jan Roos)

Hitekno.com - Para peneliti dan arkeolog yang bekerja di situs reruntuhan Pompeii menemukan lukisan narsis pertama di situs tersebut. Mereka menemukan lukisan Narcissus, sosok mitologi pertama yang sering dikaitkan dengan kebudayaan narsis zaman sekarang.

Narcissus merupakan sosok mitologi Yunani yang digambarkan terpesona oleh refleksinya sendiri di genangan air.

Sosok yang jatuh cinta pada citranya sendiri sampai membuat hatinya meleleh ini adalah tema yang cukup umum di kota Romawi abad pertama.

Penemuan yang diumumkan oleh arkeolog pada hari Kamis (14/02/2019) berada di situs penggalian sama yang juga memiliki lukisan fenomenal.

Seperti yang telah diketahui, pada akhir November 2018, ditemukan sebuah lukisan erotis kuno yang menggambarkan seekor angsa dan perempuan.

Lukisan erotis tersebut menyiratkan kisah mitologi Ratu Sparta yang bernama Leda dan dewa Yunani, Zeus, yang menyamar sebagai angsa.

Lukisan Narcissus yang ditemukan di Pompeii. (Archeological Park of Pompeii via Live Science)
Lukisan Narcissus yang ditemukan di Pompeii. (Archeological Park of Pompeii via Live Science)

 

Meski sudah terkubur hampir 2.000 tahun, para peneliti bahkan masih bisa menemukan lukisan fenomenal lainnya, lukisan Narcissus.

Kedua lukisan tersebut ditemukan di kamar yang terpisah, namun siapa pun yang mendekorasi rumah tersebut, peneliti memperkirakan ia adalah penikmat citra sensual.

Pada kamar yang terpisah juga ditemukan lukisan Priapus, dewa kesuburan dalam mitologi Yunani.

Temuan lukisan-lukisan tersebut diyakini telah menjadi bagian dari dekorasi di dinding kamar tidur keluarga kaya di Pompeii pada saat itu.

Namun nahas, kamar beserta perabotan dan lukisannya itu terkubur akibat letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 M. Letusan Gunung Vesuvius menjadi peristiwa paling mematikan di dalam sejarah Eropa.

Dalam peristiwa tersebut, Gunung Vesuvius memuntahkan awan dan gas mematikan setinggi 33 km dan debu panas dengan laju 1,5 juta ton per detik.

Kota Italia kuno tersebut langsung terkubur di bawah abu vulkanik yang sangat tebal setelah peristiwa itu terjadi.

''Keindahan kamar-kamar ini telah mendorong kami untuk memodifikasi proyek dan melanjutkan penggalian,'' kata direktur situs penelitian Pompeii, Alfonsina Russo dikutip dari Guardian.

Reruntuhan telah menjadi salah satu situ arkeologi kuno yang paling banyak dikunjungi di dunia.

Kota kuno Pompeii diketahui telah mengundang sebanyak 4 juta pengunjung per tahun dan menjadikannya sebagai kota yang paling banyak memancing rasa ingin tahu.

Dengan penemuan lukisan narsis di atas, peneliti reruntuhan Pompeii semakin bersemangat mencari penemuan fenomenal lainnya.

Berita Terkait